Strategi pembelian reksa dana selain Dollar Cost Averaging

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Dalam mencapai sebuah kesuksesan dalam segala hal sebenarnya terdapat 3 hal utama, hal pertama adalah memiliki modal, ya tanpa kita memiliki modal maka sebuah konsep bisnis sekalipun hanya tinggal disebut sebagai mimpi belaka. Hal selanjutnya adalah sebuah pemikiran atau mindset yang baik. Tentu Anda tidak akan bisa mencapai kesuksesan dengan modal kehati-hatian saja, tidak sedikit orang terlalu berhitung mengenai resiko dan mencari hal yang paling pasti di dunia berakhir pada kegagalan hidupnya.

Lalu hal apa lagi yang bisa menunjang sebuah kesuksesan?

Dalam berinvestasi juga membutuhkan syarat yang sama, memiliki modal, memiliki pemikiran yang baik dan yang terakhir adalah punya sebuah strategi. Strategi bagi setiap orang tidaklah bisa selalu sama, sekalipun sama hasilnya bisa saja berbeda, mungkin Anda juga pernah melihat sebuah formasi strategi permainan sepak bola kedua tim identik namun ternyata tetap ada pemenangnya? Ya hal itu dikarenakan strategi adalah bagian dari rangkaian kejadian lainnya yang mendukung.

Baiklah, tanpa berlama-lama, kita pun sudah mengetahui bahwa saat ini terdapat setidaknya 2 metode paling populer yang digadang-gadang sebagai metode terbaik yang ada dalam berinvestasi pada reksa dana, yang pertama dikenal sebagai lump-sum, yang kedua disebut dengan metode dollar cost averaging (DCA).

DCA menjadi sebuah strategi populer yang diterapkan didunia investasi reksa dana dikarenakan sebuah kemudahannya, bagaimana tidak mudah, Setiap bulan atau secara berkala kita membeli produk reksa dana tertentu dengan nominal yang sama.

Tujuannya tidak bukan adalah untuk menabung karena dengan menabung secara berkala, kita akan mendapatkan nilai reksa dana yang rata-rata, atau dalam arti kata lain mengurangi resiko akibat fluktuasi dalam jangka panjang.

Namun, ada strategi lain yang bisa diterapkan untuk menjadikan reksa dana sebagai alat mencapai sebuah tujuan atau perencanaan keuangan yaitu yang dikenal dengan metode Constant Share.

Bila DCA melakukan pembelian secara nominal uang yang sama secara berkala, maka costant share adalah sebuah metode pembelian dengan jumlah share atau unit pada reksa dana yang sama.

Dalam sebuah ilustrasi sederhana kita akan mendapati sebagai berikut:

 

   

Constant Share

DCA

Bulan

NAB

Beli Unit

Nominal

Nominal

Beli Unit

1

1000

100

100000

100000

100.00

2

1050

100

105000

100000

95.24

3

1100

100

110000

100000

90.91

4

1075

100

107500

100000

93.02

5

1025

100

102500

100000

97.56

6

900

100

90000

100000

111.11

7

950

100

95000

100000

105.26

8

1000

100

100000

100000

100.00

9

1050

100

105000

100000

95.24

10

1025

100

102500

100000

97.56

 

 

1000

1017500

1000000

985.90

Dari ilustrasi dapat kita perhatikan perbedaan antara contant share dan DCA, dimana pada contant share kita mempertahankan jumlah unit reksa dana yang kita dapatkan namun dengan nominal investasi lebih besar, sedangkan pada DCA kita mempertahankan nominal untuk mendapatkan unit hasil investasi yang mengikuti pasar.

Contant share memberikan kepastian sebuah jumlah unit yang akan didapat namun DCA memberikan sebuah kepastian akan nominal yang diinvestasikan.

Metode ini dapat dilakukan oleh investor yang mengharapkan untuk mendapatkan sejumlah nilai unit pada reksa dana secara lebih pasti, mengingat pada metode DCA akan mendapatkan unit lebih banyak ketika nilai pasar NAB turun dan akan mendapatkan lebih sedikit ketika pasar mengalami kenaikan.