Suahasil Sebut Penyelundupan Beras Ilegal Nodai Swasembada Pangan
Oleh: Ronal

Foto : Dok. Kemenkeu
Pasardana.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara merespon kinerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berhasil menggagalkan impor pangan ilegal berupa beras dan garam dengan total 30 kontainer dalam kurun waktu sebulan terakhir.
Kata dia, kalau penyelundupan beras impor ke Indonesia telah menodai upaya Pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan.
Suahasil bilang, dengan masuknya beras ilegal ke RI menjadi persoalan karena pemerintah telah menjalankan berbagai kebijakan untuk mendukung produktivitas petani.
“Kalau beras diselundupkan masuk, ini sebenarnya menodai swasembada pangan kita. Swasembada pangan Indonesia itu adalah karena produksi Indonesia sendiri," ujar Suahasil dalam konferensi pers di Kantor Bea Cukai, Jakarta, Selasa (22/9).
Menurut dia, Pemerintah patut bangga terhadap produksi pangan dalam negeri.
Bagaimana tidak, Indonesia yang sangat besar ini menjadi pasar yang menarik bagi para pelaku perdagangan berbagai komoditas.
"Kita bisa membayangkan, mengapa ini dilakukan? Ini dilakukan karena pasar Indonesia yang sangat besar. Pasar kita itu luar biasa besar, menggiurkan untuk seluruh pemain dunia di berbagai macam barang," bebernya.
Karena itulah, pemerintah perlu melindungi pasar domestik termasuk dari masuknya barang secara ilegal.
Terlebih saat ini daya beli dan kemampuan masyarakat Indonesia terus mengalami peningkatan.
Maka dari itu, dia mengatakan, bahwa penyeludupan beras tidak hanya merugikan petani, tetapi juga konsumen.
Beras ilegal yang masuk ke Indonesia tidak dapat dipastikan proses penyimpanan, pengiriman, hingga pengemasannya.
Sebaliknya, beras yang diproduksi di dalam negeri memiliki tata kelola mulai dari proses penyimpanan hingga penjualan.
“Karena beras yang masuk itu tidak bisa kita pertanggungjawabkan penyimpanannya, pengirimannya, pengepakannya, dan bagaimana kualitas beras tersebut. Kita tidak bisa pertanggungjawabkan,” ungkapnya.




