Bersyukur, Cadangan Beras Nasional Aman Meski Ditengah Ancaman El Nino
Oleh: Ronal

Foto : istimewa
Pasardana.id – Meski ancaman dampak fenomena El Nino yang terjadi belakangan ini terus membayangi, Perum Bulog memastikan cadangan beras nasional dalam kondisi aman.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan bahwa Indonesia patut bersyukur karena pasokan beras domestik masih dapat terjaga dengan baik.
Kata dia, saat ini realisasi pengadaan Public Service Obligation (PSO) Perum Bulog secara keseluruhan telah mencapai 4.115.014 ton setara beras, atau 102,88 persen dari target penugasan pemerintah sebesar 4 juta ton.
"Ketersediaan stok itu langsung dimanfaatkan Presiden Prabowo Subianto sebagai langkah intervensi pasar untuk menjaga stabilitas," katanya, seperti dikutip Antara.
Disampaikan Rizal, sejak awal tahun pihaknya bersama dengan pemangku kepentingan terkait seperti Babinsa dan Babinkamtibmas melakukan penyerapan sebanyak-banyaknya beras petani atau hasil panen petani.
"Sehingga stok kami sampai kemarin di pertengahan September itu puncaknya 5,4 juta ton. Tujuannya untuk bisa cadangan umum kita bisa bagi-bagi beras ke masyarakat," katanya.
Dirinya pun memastikan pasokan aman sampai dengan pertengahan tahun depan karena stok sekarang 4,5 juta.
"Nah, 4,5 juta ton ditambah dengan stok yang ada di umum, di masyarakat Itu yang dijual ke restoran, kafe, di rumah-rumah, di warung-warung itu ada itu 10 juta ton. Ditambah lagi yang sudah standing crop itu yang sudah ditanam," imbuhnya.
Ditegaskan Rizal, hasil prediksi Kementerian Pertanian dalam setahun ini estimasinya bisa 12 juta ton. Namun, dengan adanya El Nino, maka mereka turun estimasinya antara 9 juta ton sampai 10 juta ton.
"Nah, kalau 10 juta ton ditambah 10 juta ton ditambah 4,5 juta ton kan 24,5 juta ton. Kebutuhan makan orang Indonesia per bulan itu 2,2 juta ton," ungkapnya.
Rizal bilang, kalau 2,2 juta ton sekarang sudah Oktober, November, Desember, Januari, Februari, Maret, April, Mei, Juni, Juli.
"Bulan Juli 2027 itu baru 22 juta ton. Kita punya 24 juta ton kan. Nah, sampai Juli 2027 itu baru hampir habis. Kita masih ada stok lebih kurang 2 juta ton," katanya.
Ia mengatakan pada 2027 bulan Maret atau April itu ada puncak panen lagi sehingga masyarakat tidak perlu bimbang dan ragu bahwa stok pangan terjamin dan pasti akan terpenuhi.
"Ini adalah indikasi Indonesia swasembada pangan berkelanjutan di 2026," tukas dia.




