Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)|analisa market|BNI Sekuritas

ANALIS MARKET (09/10/2026): IHSG Berpotensi Kembali Rebound

Oleh: Ria

09 Oktober 2026, 07:13
ANALIS MARKET (09/10/2026): IHSG Berpotensi Kembali Rebound

foto: ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, Bursa saham AS melemah pada perdagangan Kamis (8/10), dengan indeks Nasdaq mencatat penurunan signifikan. Lonjakan harga minyak mentah akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah memicu kekhawatiran inflasi dan suku bunga, sementara saham semikonduktor tertekan. Indeks Dow Jones Industrial Average naik tipis 0,10%; S&P 500 turun 0,47%; dan Nasdaq Composite melemah 1,25%. Harga minyak melonjak setelah serangkaian serangan terhadap kapal di Selat Hormuz serta penurunan produksi minyak AS akibat aktivitas badai memicu kekhawatiran pasokan global; Brent naik 4,1%, sedangkan WTI menguat 3,6%. Indeks saham chip merosot 3,4% setelah Financial Times melaporkan pendapatan tahunan OpenAI diperkirakan sekitar US$ 20 miliar lebih rendah dari sinyal sebelumnya. Saham Micron Technology turun 4,8%, sementara Broadcom dan Oracle masing-masing merosot 4,4% dan 5,5%. Kekhawatiran meningkat setelah laporan mengenai rencana Broadcom mencari pendanaan US$ 50 miliar untuk OpenAI, yang dinilai dapat memperketat persaingan mendapatkan modal di sektor teknologi. Di sisi lain, saham Palantir juga menguat 2,4% setelah Goldman Sachs menaikkan rekomendasinya menjadi "buy" dari sebelumnya "neutral".

Di sisi lain, Bursa saham Asia tertekan pada perdagangan Kamis (8/10), seiring meningkatnya tekanan di pasar obligasi global. Kekhawatiran investor menguat setelah sejumlah perusahaan teknologi besar dikabarkan tengah mencari pendanaan dalam jumlah besar untuk membiayai pembangunan infrastruktur AI. Indeks saham Asia-Pasifik di luar Jepang MSCI turun 1,2%. Indeks Nikkei 225 Jepang melemah 1,4%; indeks Kospi Korea Selatan anjlok 2,6%; Hang Seng Hong Kong turun 1,4%; Taiex Taiwan melemah 1%; dan ASX 200 Australia berkurang 0,8%. Broadcom disebut tengah mencari pendanaan sekitar US$50 miliar. Sementara itu, SpaceX dilaporkan berencana menerbitkan utang investment grade senilai US$30 miliar dan memperoleh pinjaman US$10 miliar untuk membeli chip Nvidia. Samsung Electronics, memperkirakan laba operasional kuartal III melonjak 783% menjadi 107,4 triliun won. Namun, saham Samsung tetap turun 1,2%, menunjukkan bahwa ekspektasi pertumbuhan laba belum mampu sepenuhnya mengimbangi kekhawatiran investor terhadap kenaikan biaya pendanaan dan risiko utang di pasar global.
Sementara itu, IHSG kemarin (08/10) ditutup koreksi 1.88%, tapi masih disertai dengan net sell asing sebesar Rp848 Miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBRI, BMRI, AMMN, ANTM, dan TLKM.

“IHSG berpotensi tes support kuat di 6000, dan jika kuat di level tersebut berpotensi kembali rebound. Diperkirakan Support IHSG: 5950-6000 dan Resist IHSG: 6070-6120,” sebut Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas dalam riset Jumat (09/10).

Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan pelaku pasar diperdagangan hari ini, yaitu: MEDC, DSSA, DEWA, BRIS, ISAT, dan ADMR.

Berikut ini trading plan-nya:

MEDC Spec Buy dengan area beli di 1420-1445, cutloss di bawah 1420. Target dekat di 1455-1475.

DSSA Spec Buy dengan area beli di 1075-1100, cutloss di bawah 1055. Target dekat di 1125-1155.

DEWA Spec Buy dengan area beli di 350-356, cutloss di bawah 350. Target dekat di 364-376.

BRIS Spec Buy dengan area beli di 1335, cutloss di bawah 1300. Target dekat di 1365-1400.

ISAT Spec Buy dengan area beli di 2110-2140, cutloss di bawah 2100. Target dekat di 2170-2200.

ADMR Spec Buy dengan area beli di 1480-1500, cutloss di bawah 1480. Target dekat di 1530-1550.

Disclaimer on

Berita Terkini

See More