DBS Foundation|riset|PT Bank DBS Indonesia|Kemenko PMK RI|Impact Beyond Award (IBA)

DBS Foundation Soroti Ancaman Populasi Menua, Indonesia Dituntut Siap Hadapi Lonjakan Lansia 2045

Oleh: Corri

18 September 2026, 10:08
DBS Foundation Soroti Ancaman Populasi Menua, Indonesia Dituntut Siap Hadapi Lonjakan Lansia 2045

foto: dok. DBS Foundation

Pasardana.id – DBS Foundation meluncurkan riset bertajuk “Indonesia Menuju Populasi Menua: Seberapa Siapkah Kita?” yang menyoroti kesiapan Indonesia menghadapi transisi demografi menuju masyarakat menua.

Riset tersebut mengungkapkan, jumlah penduduk lanjut usia (lansia) di Indonesia telah mencapai 12% pada 2025 dan diproyeksikan menembus lebih dari 20% pada 2045.

Kondisi ini meningkatkan kebutuhan dukungan sosial dan finansial, sekaligus berpotensi memperbesar beban generasi produktif.

Head of Group Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia, Mona Monika, mengatakan persiapan menghadapi populasi menua perlu dilakukan sejak usia produktif melalui penguatan akses pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, literasi dan inklusi keuangan, serta persiapan pensiun.

“Ageing society merupakan isu penting karena memiliki implikasi bagi seluruh generasi. Kami berkomitmen mendukung masyarakat rentan agar lebih tangguh secara sosial dan finansial,” ujar Mona, seperti dilansir dalam siaran pers, Kamis (17/9).

Bonus Demografi Kian Menyempit

Indonesia masih menikmati bonus demografi, dengan 69% populasi berada pada usia produktif (15–65 tahun) pada 2025.

Namun, penurunan angka kelahiran dan peningkatan harapan hidup mempercepat transisi menuju masyarakat menua.

Riset DBS Foundation mengidentifikasi sejumlah tantangan utama:

-Keluarga semakin kecil: Total Fertility Rate (TFR) turun dari 3,11 pada awal 1990-an menjadi 2,13 pada 2024 dan diproyeksikan mencapai 1,97 pada 2045. Kondisi ini berpotensi meningkatkan tekanan sandwich generation.

-Lansia masih bekerja: Sebanyak 55,32% lansia masih bekerja, dengan 84,75% di antaranya berada di sektor informal.

-Ketergantungan lintas generasi: Sebanyak 82,96% rumah tangga lansia bergantung pada penghasilan anggota keluarga yang bekerja, sementara kurang dari 1% mengandalkan tabungan dan investasi.

-Kesenjangan pendidikan: Rata-rata lama sekolah generasi saat ini sekitar sembilan tahun, sedangkan lansia sekitar enam tahun.

-Kesiapan pensiun terbatas: Inklusi keuangan kelompok usia 18–50 tahun mencapai 93,5–95,1%, tetapi kepemilikan tabungan atau dana pensiun masih minim, yakni 5,37%.

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga dan Kependudukan Kemenko PMK RI, Woro Srihastuti Sulistyaningrum, menekankan pentingnya pendekatan life-course yang menghubungkan kebijakan pendidikan, kesehatan, pekerjaan, perlindungan sosial, hingga layanan bagi lansia.

Menurutnya, persiapan masa tua harus dibangun sejak awal kehidupan untuk memastikan masyarakat dapat menjalani kehidupan yang sehat, produktif, dan sejahtera.

Dorong Perencanaan Keuangan dan Ekosistem Inklusif

Sebagai bagian dari kampanye “Pensiun Gak Susah”, Bank DBS Indonesia dan DBS Foundation menghadirkan Retirement Goal Calculator untuk membantu masyarakat memproyeksikan kebutuhan finansial berdasarkan usia pensiun, pengeluaran, gaya hidup, inflasi, dan asumsi imbal hasil investasi.

Artist, Entrepreneur and Founder of Cinta Laura Foundation, Cinta Laura Kiehl, menambahkan bahwa kesiapan masa depan perlu dibangun melalui kebiasaan hidup sehat, pengembangan diri, serta perencanaan finansial sejak dini.

Di sisi lain, DBS Foundation mendorong penguatan ekosistem layanan kesehatan, perawatan lansia, pembelajaran sepanjang hayat, dan keamanan finansial melalui dukungan terhadap social enterprises dan Businesses for Impact.

Sejak 2015, DBS Foundation telah menyalurkan lebih dari SGD26 juta hibah kepada lebih dari 180 social enterprises dan Businesses for Impact di Asia.

Di Indonesia, lebih dari SGD4 juta telah dialokasikan kepada 25 penerima.

Melalui program Impact Beyond Award (IBA), DBS Foundation juga telah menyalurkan total hibah SGD3 juta kepada empat social enterprise di Asia sejak 2024 untuk mengembangkan solusi perawatan lansia, pelatihan caregiver, dan teknologi yang mendukung kemandirian lansia.

Berita Terkini

See More