Daerah Darurat Sampah Jadi Prioritas, 14 PSEL Ditargetkan Rampung di 2027
Oleh: Ronal

Foto : istimewa
Pasardana.id - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) secara masif mendorong percepatan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di berbagai kota darurat sampah di Indonesia.
Bahkan Zulhas menargetkan setengah dari 24-28 proyek PSEL ini harus rampung pada 2027, dimana daerah berstatus darurat sampah diprioritaskan.
"Ada kira-kira 24 sampai 28 proyek PSEL. Ya, yang sudah kita kerjakan: Bali sudah, Kota Bekasi, kemudian di sini (Bogor), Jakarta belum, padahal Jakarta ini yang paling berat sebetulnya,” kata Zulhas, pada peletakan batu pertama PSEL) Bogor Raya 1 di Desa Galuga, Bogor, Jawa Barat pada Kamis (17/9).
Sementara itu, sisa pembangunan ditargetkan rampung pada 2028.
Secara keseluruhan, realisasi proyek PSEL baru mencapai 22,5 persen dari target yang ditetapkan.
"Kita akan perkirakan separuh kita selesaikan jadi itu di 2027. Separuh lagi di 2028. Ini yang PSEL yang darurat. Dan ini baru menyelesaikan 22,5 persen. Masih ada 77,5 persen lagi yang di bawah," katanya.
Sebagai informasi saja, proyek PSEL yang sudah berjalan tersebar di sejumlah wilayah seperti Bali, Kota Bekasi, dan Bogor.
Untuk PSEL Bogor Raya 1 menelan nilai investasi sebesar Rp2,8 triliun dan diproyeksikan mampu menyerap hingga 1.200 tenaga kerja.
Fasilitas daur ulang tersebut dirancang untuk mengelola lebih dari 500.000 ton sampah per tahun atau mencakup sekitar 45 persen dari total timbulan sampah terolah di Kota dan Kabupaten Bogor.
Dari aspek lingkungan, proyek ini diklaim mampu menurunkan emisi sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) hingga 80 persen, memangkas emisi karbon sebesar 640.000 ton setara CO2 per tahun, serta mengurangi kebutuhan lahan TPA hingga 80 persen.
Selain itu, fasilitas berstandar internasional tersebut juga akan memasok energi hijau untuk memenuhi kebutuhan listrik lebih dari 100 rumah tangga di wilayah Bogor Raya.





