Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)|analisa market|FAC Sekuritas

ANALIS MARKET (16/9/2026): IHSG Diperkirakan Masih Akan Cenderung Tertekan

Oleh: Ria

16 September 2026, 08:54
ANALIS MARKET (16/9/2026): IHSG Diperkirakan Masih Akan Cenderung Tertekan

foto: ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (15/9), IHSG ditutup melemah 73,54 poin (-1,12%) ke 6.461,15.

Pelemahan IHSG tidak lepas dari adanya kombinasi faktor eksternal dan domestik, yang meliputi lonjakan harga minyak mentah di atas US$107 per barel yang memicu kekhawatiran inflasi.

Sehingga hal tersebut membuat sikap pelaku pasar kembali ke risk-off menjelang rapat suku bunga The Fed.

Disaat yang sama, investor asing melakukan aksi jual bersih (net sell) terutama pada saham perbankan big caps.

Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup melemah, tercermin dari DJIA (-0,63%), S&P 500 (-0,45%), & Nasdaq (-0,78%).

Pelemahan tersebut karena kenaikan imbal hasil Treasury yang semakin tinggi, yang membuat biaya pendanaan meningkat.

Kenaikan yield treasury AS diperkuat oleh eskalasi konflik di Timur Tengah yang mengancam pasokan energi dan mendorong harga bahan bakar, sehingga meningkatkan risiko inflasi dan membuka kemungkinan kebijakan The Fed yang lebih ketat.

Tekanan paling terlihat pada perusahaan hyperscaler AI seperti Alphabet, Microsoft, Oracle, dan Amazon karena bisnis mereka membutuhkan investasi besar serta pembiayaan untuk infrastruktur AI, sehingga kenaikan biaya kredit dapat meningkatkan beban investasi.

"Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan masih akan cenderung tertekan seiring tingginya harga minyak mentah yang mendorong ekspektasi terjadinya kenaikan inflasi dan pengetatan suku bunga,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Rabu (16/9).

Berita Terkini

See More