ANALIS MARKET (07/10/2026): IHSG Berpotensi Menguat
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, Bursa saham AS kembali mencetak rekor pada Selasa (6/10). S&P 500 dan Nasdaq ditutup di level tertinggi sepanjang masa setelah meredanya tekanan dari harga minyak dan yield US Treasury kembali mencermati prospek kinerja perusahaan. Indeks S&P 500 naik 0,58%; Nasdaq Composite menguat 0,45%; dan Dow Jones Industrial Average juga naik 0,49%. Kenaikan tersebut terjadi setelah harga minyak relatif stabil dan yield US Treasury turun. Di sisi lain, data perdagangan AS menunjukkan defisit perdagangan melebar 13,7% karena impor mencapai rekor tertinggi. Impor barang modal juga meningkat 4,4% pada bulan Agustus, mencerminkan kuatnya permintaan domestik sekaligus belanja terkait infrastruktur AI. Saham AMD menguat 2,8% setelah CEO Lisa Su mengatakan perusahaan berencana meningkatkan pasokan chip secara signifikan pada tahun 2027 untuk memenuhi lonjakan permintaan AI. Marvell Technology juga naik 5,8% setelah menaikkan proyeksi pendapatan tahun 2028 karena kuatnya permintaan chip untuk pusat data. Sementara, saham Constellation Energy melonjak 12,3% setelah Alphabet, menyepakati kontrak pasokan listrik berkapasitas 3.590 megawatt dengan perseroan.
Di sisi lain, Bursa saham Asia melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa (6/10), dengan investor mencermati pergerakan yield obligasi pemerintah AS dan harga minyak dunia. Indeks Jepang, Nikkei 225 naik 1,05%; dan Topix menguat 0,92%. Saham-saham teknologi Jepang beragam, Advantest naik 3,9%; dan Fujikura melonjak 5,2%. Sementara SoftBank Group kehilangan 3,1%. Indeks Korea Selatan, indeks Kospi turun 0,89%; sedangkan Kosdaq melonjak 3%. Saham produsen chip Samsung Electronics turun 1,45%; SK Hynix juga melemah 3,69%. Sementara, LG Energy Solution naik 5,12%; Hyundai Motor dan Kia Corp masing-masing naik 0,43% dan turun 0,27%. Saham POSCO Holdings naik 2,25%; saham Samsung BioLogics turun 3,25%. Sementara, Hang Seng Hong Kong naik 1%; Taiex Taiwan menguat 0,22%; dan ASX 200 Australia bertambah 0,57%. Selain itu, STI Singapura naik 0,66%; dan KLCI Malaysia menguat 0,10%. Di sisi lain, investor menantikan risalah rapat The Fed periode bulan September yang akan dirilis pada Rabu (7/10) waktu AS.
Sementara itu, IHSG kemarin (06/10), ditutup naik 1.21%, tapi masih disertai dengan net sell asing sebesar Rp597 Miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah GOTO, BMRI, TLKM, AADI, dan BRPT.
“IHSG berpotensi naik untuk tes resistance di 6200-6250 seiring FTSE pertahankan secondary emerging status Indonesia. Hati-hati jika gagal break 6250, IHSG potensi koreksi kembali. Diperkirakan Support IHSG: 6070-6150 dan Resist IHSG: 6200-6250,” sebut Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas dalam riset Rabu (07/10).
Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: ISAT, DSSA, MAPA, BRIS, MOLI, dan DOOH.
Berikut ini trading plan-nya:
ISAT Spec Buy dengan area beli di 2200-2220, cutloss di bawah 2190. Target dekat di 2260-2290.
DSSA Buy on Weakness dengan area beli di 1145-1165, cutloss di bawah 1140. Target dekat di 1185-1205.
MAPA Spec Buy dengan area beli di 635-645, cutloss di bawah 630. Target dekat di 660-680.
BRIS Spec Buy dengan area beli di 1390-1410, cutloss di bawah 1350. Target dekat di 1430-1480.
MOLI Buy on Weakness dengan area beli di 410-416, cutloss di bawah 410. Target dekat di 426-436.
DOOH Spec Buy dengan area beli di 342, cutloss di bawah 338. Target dekat di 350-354.
Disclaimer on




