zulhas|Pemda|pasar murah|kedaulatan pangan

Zulhas Minta Pemda Perbanyak Pasar Murah

Oleh: Ronal

07 Oktober 2026, 08:53
Zulhas Minta Pemda Perbanyak Pasar Murah

Foto : istimewa

Pasardana.id - Seluruh pemerintah daerah (pemda) diminta untuk memperbanyak penyelenggaraan pasar murah guna menjaga stabilitas harga pangan dan mengendalikan inflasi di daerah.

Permintaan itu, disampaikan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) saat memantau pelaksanaan Pasar Murah di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (6/10).

Lewat pasar murah, kata Zulhas, pasar murah pemerintah bisa membantu menjaga stok dan harga pangan bagi masyarakat meski terkadang harganya berbeda di pasaran.

"Tolong diperbanyak pasar murah, Pak. Ada anggaran tidak terduga dari gubernur, dari bupati, wali kota, itu buat rakyat penting sekali," katanya.

Menurut Zulhas, kenaikan harga komoditas meskipun hanya Rp1 ribu sangat berdampak bagi masyarakat.

Oleh karena itu, subsidi yang diberikan pemda melalui pasar murah misalnya sebesar Rp500 dinilai tidak akan memberatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), namun memberikan dampak yang signifikan bagi kesejahteraan masyarakat sekaligus membantu menekan laju inflasi.

"Minggu-minggu ini Bulog sudah mulai mendistribusikan seluruh bantuan-bantuan pangan," ujar Zulhas.

Zulhas menekankan, bahwa sektor pertanian dan pangan memegang peranan yang sangat penting bagi kedaulatan bangsa.

Sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia, sektor pangan nasional harus diarahkan menuju swasembada.

"Swasembada pangan bukan sekadar pemenuhan kebutuhan dalam negeri, melainkan menyangkut kehormatan bangsa dan seluruh unsur pemerintahan, mulai dari kepala daerah hingga jajaran TNI dan Polri," ujar Zulhas.

Ia mengatakan, Indonesia sebelumnya masih mengandalkan impor untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam jumlah besar, seperti impor beras sebanyak 4,5 juta ton, gula 6 juta ton, gandum 13 juta ton, serta jutaan ton kedelai pada tahun 2024.

Tingginya angka impor tersebut, secara tidak langsung memberikan kemakmuran kepada petani di negara lain, sementara petani lokal tertinggal dan masuk dalam kategori desil 1 hingga desil 4.

"Kalau dia tidak diberi bantuan beras dan bantuan tunai, dia tidak bisa menyekolahkan anaknya. Padahal, ada 160 juta petani dan nelayan kata Menteri Pertanian. Kalau ada gangguan terhadap Indonesia, mereka duluan yang maju. Masa kita tidak perhatikan," kata Zulhas.

Selain itu, Zulhas menyampaikan, bahwa pada 2025 lalu sektor pertanian nasional telah menunjukkan pencapaian yang baik, dan tahun ini diyakini akan menjadi lebih baik lagi.

Berdasarkan data Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) serta Bank Dunia, Nilai Tukar Petani (NTP) dilaporkan telah mengalami kenaikan dari 116 menjadi 129 persen.

Kenaikan tersebut, kata Zulhas, mencerminkan peningkatan kesejahteraan di mana para petani padi dan jagung kini dinilai lebih mampu memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak mereka hingga memiliki daya beli yang lebih baik.

"Dengan kesejahteraan yang meningkat, petani diharapkan akan menjadi lebih kreatif dan produktif," katanya menambahkan.

Berita Terkini

See More