Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)|analisa market|BNI Sekuritas

ANALIS MARKET (16/9/2026): IHSG Berpotensi Rebound Terbatas

Oleh: Ria

16 September 2026, 07:35
ANALIS MARKET (16/9/2026): IHSG Berpotensi Rebound Terbatas

foto: ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, Indeks utama Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Selasa (15/9), karena kenaikan yield US Treasury, kekhawatiran utang yang meningkat dan lonjakan harga minyak. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,63%; S&P 500 turun 0,45%; dan Nasdaq Composite melemah 0,78%. Di antara 11 sektor utama S&P 500, saham sektor consumer discretionary mencatat penurunan persentase terbesar, sementara sektor energi (yang didorong oleh kenaikan harga minyak mentah) menguat 2,3%. Ketiga indeks utama saham AS melanjutkan pelemahan karena sentimen penghindaran risiko (risk-off) yang meluas menekan hampir semua sektor, kecuali sektor energi. Sedangkan, sektor energi diuntungkan oleh meluasnya konflik di Timur Tengah, termasuk serangan baru terhadap infrastruktur energi Arab Saudi. Harga minyak Brent untuk kontrak bulan depan ditutup naik 2,9%, sementara harga kontrak berjangka solar ditutup pada rekor tertinggi. Seiring meningkatnya spekulasi mengenai kenaikan suku bunga, yield obligasi global kembali meningkat; yield US Treasury bahkan menembus angka 5% dan mencapai level tertinggi sejak tahun 2007.

Di sisi lain, Bursa saham Asia kembali menurun pada Selasa (15/9), di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan kekhawatiran terhadap perkembangan terkait AI. Kenaikan harga minyak dan yield obligasi juga membuat investor lebih berhati-hati menjelang keputusan suku bunga The Fed dan Bank of Japan (BOJ). Sementara itu, serangan baru kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran ke Arab Saudi pada Senin (14/9) kembali meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan minyak global. Arab Saudi sebelumnya menuding kelompok yang didukung Iran di Irak sebagai pihak di balik serangan terhadap jaringan pipa minyak yang menghubungkan wilayah timur dan barat negara tersebut. Harga minyak mentah jenis Brent tembus US$107,8/bbl. Indeks Nikkei 225 turun tipis 0,01%; Hang Seng Hong Kong melemah 1%; Taiex Taiwan turun 0,77%; KOSPI Korea Selatan melemah 0,85%; dan ASX 200 Australia berkurang 0,88%. Di sisi lain, presiden AS Donald Trump justru berusaha meredam kekhawatiran tersebut. Trump menilai perlindungan yang ada di AS sudah memadai dan memperingatkan bahwa keraguan berlebihan terhadap pengembangan AI justru dapat memberikan keuntungan bagi China.

Sementara itu, IHSG kemarin ditutup turun 1.13%, disertai dengan net sell asing sebesar Rp354 Miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BMRI, BBRI, BBNI, CPIN dan ASII.

“IHSG berpotensi rebound terbatas hari ini, tapi masih rentan seiring mendekati keputusan the Fed nanti malam. Diperkirakan Support IHSG: 6400-6450 dan Resist IHSG: 6500-6540,” sebut Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas dalam riset Rabu (16/9).

Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: BUMI, MEDC, BIPI, TAPG, AMMN, dan RAJA.

Berikut ini trading plan-nya:

BUMI Spec Buy dengan area beli di 204-208, cutloss di bawah 200. Target dekat di 212-216.

MEDC Spec Buy dengan area beli di 1535-1565, cutloss di bawah 1530. Target dekat di 1590-1620.

BIPI Spec Buy dengan area beli di 142, cutloss di bawah 140. Target dekat di 146-150.

TAPG Spec Buy dengan area beli di 2180-2230, cutloss di bawah 2150. Target dekat di 2270-2340.

AMMN Spec Buy dengan area beli di 4920-5050, cutloss di bawah 4870. Target dekat di 5125-5350.

RAJA Spec Buy dengan area beli di 775-785, cutloss di bawah 775. Target dekat di 795-820.

Disclaimer on

Berita Terkini

See More