Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)|analisa market|BNI Sekuritas

ANALIS MARKET (01/9/2026): IHSG Berpotensi Sideways Cenderung Menguat

Oleh: Ria

01 September 2026, 07:58
ANALIS MARKET (01/9/2026): IHSG Berpotensi Sideways Cenderung Menguat

foto: ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, Wall Street ditutup melemah, setelah harga minyak mentah melonjak akibat perang antara AS dan Iran yang memicu kembali kekhawatiran inflasi dan meningkatkan kemungkinan kebijakan moneter yang lebih ketat. Senin (31/8), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 0,70%; S&P 500 melemah 0,33%; dan Nasdaq Composite terkoreksi 0,12%. Sementara itu, saham sektor utilitas melemah menyusul adanya amendemen RUU di senat California, yang dinilai tidak banyak membantu mengatasi risiko kewajiban hukum terkait kebakaran hutan yang dihadapi operator jaringan listrik. Harga minyak yang melonjak meredam minat risiko investor dan mendorong kenaikan yield obligasi US Treasury, seiring investor mencerna pernyataan bernada hawkish dari Ketua The Fed Kevin Warsh, dalam pidatonya di Simposium Jackson Hole pada hari Jumat (28/8). Indeks Nasdaq mencatatkan pertumbuhan persentase terbesar untuk bulan Agustus karena tren investasi terkait AI tetap bertahan, terlepas dari pelemahan baru-baru ini. Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan, Teheran masih mengupayakan solusi melalui perundingan untuk mengakhiri perang, menyusul serangkaian serangan udara yang kembali terjadi dan meningkatnya ketegangan setelah penerapan sanksi ekonomi yang berdampak besar oleh Presiden AS Donald Trump. Saham Halliburton dan Valero Energy sama-sama naik 1,9%. Di sektor utilitas, saham PG&E asal California anjlok 20,1%; sementara saham GameStop naik 2,9% setelah perusahaan menyatakan akan melunasi sekitar 27% dari rencana pertukaran utang senilai US$ 1,4 miliar (yang telah diumumkan sebelumnya) menggunakan kas internal alih-alih menerbitkan saham baru.

Di sisi lain, Bursa Asia sebagian besar berada di zona merah pada perdagangan Senin (31/8). Indeks Nikkei 225 Jepang melemah 0,14%. Sejalan, Hang Seng Hong Kong melemah 0,07%; Taiex Taiwan turun 0,44%; dan ASX 200 Australia melemah 0,18%. Sedangkan, indeks KOSPI Korea Selatan naik 0,46%; dan FTSE Straits Times menguat 0,97%. Sementara, FTSE Malay KLCI sedang libur memperingati Hari Kemerdekaan. Sentimen disebabkan pecahnya kembali konflik antara AS dan Iran yang mendorong kenaikan harga minyak. Harga minyak mentah naik setelah pasukan AS menyerang dua peluncur rudal Iran di Pulau Larak pada hari Minggu (30/8). Sebagai tanggapan, Iran menyerang pasukan AS yang ditempatkan di Yordania, menurut laporan Fox News. Di sisi lain, faktor utama kemungkinan kenaikan suku bunga lebih awal adalah hasil laporan data ketenagakerjaan (payrolls) bulan Agustus yang akan dirilis hari Jumat serta data harga konsumen yang dijadwalkan pada 11 September, yang diperkirakan adanya penambahan 58.000 lapangan kerja.

Sementara itu, IHSG kemarin (31/8), ditutup naik 0.11%, disertai dengan net sell asing sebesar Rp711 Miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah CPIN, EMAS, UNVR, ASII, dan TPIA.

“IHSG berpotensi sideways cenderung menguat hari ini, setelah kemarin rebalancing MSCI. Diperkirakan Support IHSG: 6450-6500 dan Resist IHSG: 6580-6620,” sebut Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas dalam riset Selasa (01/9).

Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: BULL, BIPI, CPIN, DSSA, TINS, dan BYAN.

Berikut ini trading plan-nya:

BULL Spec Buy dengan area beli di 438-444, cutloss di bawah 430. Target dekat di 450-460.

BIPI Spec Buy dengan area beli di 142-148, cutloss di bawah 138. Target dekat di 150-160.

CPIN Spec Buy dengan area beli di 2920-2980, cutloss di bawah 2900. Target dekat di 3020-3100.

DSSA Buy on Weakness dengan area beli di 1085-1110, cutloss di bawah 1070. Target dekat di 1125-1140.

TINS Spec Buy dengan area beli di 4000-4040, cutloss di bawah 3970. Target dekat di 4080-4130.

BYAN Buy on Weakness dengan area beli di 13700-14075, cutloss di bawah 13600. Target dekat di 14300-14600.

Disclaimer on

Berita Terkini

See More