Mendag Budi Santoso|gerai ritel tutup|daya beli masyarakat

Mendag Sebut Gerai Ritel Bukan Tutup Tapi Perubahan Konsep

Oleh: Ronal

06 Agustus 2026, 08:26
Mendag Sebut Gerai Ritel Bukan Tutup Tapi Perubahan Konsep

Foto : istimewa

Pasardana.id - Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso merespon terkait maraknya kabar penutupan gerai ritel modern dalam beberapa waktu belakangan ini.

Ada anggapan yang beredar, bahwa penutupan sejumlah gerai ritel ini disebabkan karena semakin melemahnya daya beli masyarakat.

Namun terkait hal itu, Mendag Budi secara tegas membantahnya.

Menurut dia, sebagian besar penutupan gerai terjadi karena pelaku usaha tengah mengubah konsep bisnis agar sesuai dengan perubahan perilaku konsumen.

"Jadi itu penutupan itu lebih pada perubahan konsep. Tadi juga kami komunikasi dengan Hippindo, dengan APPBI. Misalnya Hypermart itu kan berubah menjadi supermarket. Jadi konsepnya saja yang berubah, itu sesuai dengan permintaan pasar, permintaan konsumen sekarang," ujar Budi, di Jakarta, Rabu (5/8).

Isu sejumlah gerai ritel banyak yang tutup ini semakin mencuat setelah sejumlah toko menghentikan operasionalnya, termasuk kabar rencana penutupan sejumlah gerai merek fesyen global H&M di Indonesia.

Meski begitu, kata Mendag, pemerintah telah berkoordinasi dengan Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) serta Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI).

Dan hasilnya, industri ritel justru masih terus berkembang dengan masuknya investasi baru.

"Ada beberapa gerai memang juga berubah karena sekarang ini sebenarnya investasi ritel modern itu makin besar. Semakin besar, ini bisa menggantikan toko-toko yang tidak bisa menyesuaikan dengan permintaan pasar. Justru semakin banyak ritel yang sekarang investasinya masuk ke Indonesia," terang Mendag Budi.

Ditambahkan, investasi yang masuk tak hanya berasal dari pelaku usaha domestik saja, tapi juga dari investor asing.

"Salah satunya asing dan juga dalam negeri. Jadi memang toko-toko, mal dan sebagainya harus bisa menyesuaikan dengan perkembangan atau selera konsumen yang terus berkembang. Paling banyak dari China," ungkapnya.

Di sisi lain, pemerintah mengaku terus berupaya menjaga aktivitas belanja masyarakat melalui berbagai program nasional.

Budi menyebut sejumlah agenda belanja akan digelar sepanjang Agustus untuk mendorong transaksi di sektor ritel.

"Kita terus lakukan supaya pasar kita tetap bergairah," tandasnya.

Berita Terkini

See More