See More

07 Agustus 2026, 23:02

07 Agustus 2026, 19:47

07 Agustus 2026, 18:08

07 Agustus 2026, 17:45

07 Agustus 2026, 17:29

07 Agustus 2026, 17:15
impor minyak|Minyak Mentah|minyak rusia|Pertamina|bahlil lahadalia
Oleh: Ronal

Foto : istimewa
Pasardana.id – Proses impor minyak mentah dari Rusia terus berlanjut ke tahap kedua setelah tahap pertama telah sukses terealisasi.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyatakan, pengadaan dari impor minyak ini menggunakan sistem antarpemerintah (government to government/G2G), bukan oleh PT Pertamina (Persero).
"Ingat ya, yang melakukan pengadaan itu bukan Pertamina, tapi negara. Jadi, negara tidak boleh diintervensi oleh negara lain. Setelah negara ambil, baru disiapkan untuk kepentingan rakyat, bangsa, dan negara," tegasnya di Jakarta, Rabu (5/8).
Menurut dia, skema tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga kedaulatan energi nasional sekaligus memastikan keputusan strategis tidak dipengaruhi pihak luar.
Bahlil menambahkan, kebijakan impor minyak dari Rusia sejalan dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif yang selama ini dipegang Indonesia.
Dia bilang, Pemerintah tetap membuka kerja sama dengan berbagai negara tanpa berada di bawah tekanan atau kepentingan pihak tertentu.
"Kita tidak mendikte negara lain, tetapi negara lain juga tidak boleh mendikte kita. Independensi negara kita harus kita jaga," katanya.
Dan untuk impor tahap kedua ini, disampaikan Bahlil, Pemerintah kini menyiapkan kontrak kerja sama jangka panjang untuk menjamin pasokan energi nasional.
Menurut Bahlil, pemerintah ingin memastikan ketersediaan minyak mentah bagi kebutuhan dalam negeri melalui skema kerja sama yang lebih berkelanjutan.
"Tahap pertama kan sudah. Tahap dua lagi berjalan. Nanti kita bikin kontrak yang panjang," tukasnya.