Kemenekraf Jadikan Muktamar NU Momentum Akselerasi Ekraf Pesantren

Oleh: Dadag

28 Agustus 2026, 11:56
Kemenekraf Jadikan Muktamar NU Momentum Akselerasi Ekraf Pesantren

Istimewa

Pasardana.id – Presiden Prabowo Subianto membuka Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

"NU merupakan aset bangsa yang sangat besar. Cita-cita pendiri NU adalah bangsa Indonesia yang bangkit, setara dengan bangsa-bangsa lain di dunia sehingga Indonesia lebih terhormat dan menjadi bangsa yang adil dan makmur. Terima kasih NU telah berjuang bersama," ucap Presiden Prabowo dalam pembukaan Muktamar ke-35 NU, Kamis (27/8).

Presiden Prabowo juga menyampaikan peran NU dalam perjalanan sejarah bangsa sekaligus pentingnya memperkuat hubungan antara pemerintah dan NU.

Presiden menekankan bahwa NU selalu hadir dalam berbagai momentum penting yang menjaga stabilitas, keamanan, dan perdamaian Indonesia.

Selaras dengan Presiden Prabowo, Menteri Ekraf menjelaskan peran penting NU sebagai organisasi muslim yang konsisten mempertahankan integritas serta komitmen untuk tampil sebagai penggerak utama ekonomi kreatif yang memiliki basis massa begitu besar.

“Tema ‘Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmat untuk Kemaslahatan Bangsa’ sangat relevan dengan semangat ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional. Menjaga marwah berarti memiliki nilai, identitas, dan jati diri bangsa, sementara memperkaya khidmat bermakna menghadirkan karya serta kreativitas yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ekonomi kreatif bukan hanya tentang menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga transformasi dan inovasi kreativitas yang menjadi jalan untuk kemaslahatan bangsa,” ujar Menteri Ekraf, seperti dilansir dari siaran pers, Jumat (28/8/2026).

Menteri Ekraf juga mengapresiasi NU yang berkontribusi mengembangkan potensi ekonomi kreatif sebagai kekuatan yang tumbuh dari masyarakat, termasuk melalui pemberdayaan santri, pesantren, organisasi kemasyarakatan, serta ekosistem di berbagai daerah.

Hajat besar warga NU yang dibuka di Lapangan Untung Suropati area pesantren itu menjadi bentuk inkubator bisnis, pusat produksi rantai nilai ekraf, dan wujud akselerasi para santri mandiri yang kreatif.

“NU memiliki akar budaya religi yang kuat di tengah masyarakat, termasuk pemberdayaan terhadap santri di kalangan pesantren yang begitu aktif dan kreatif. Ini merupakan modal sosial dan kultural yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi kreatif,” tambah Menteri Ekraf.

Ketua Panitia Muktamar NU ke-35 sekaligus Menteri Sosial, Saifullah Yusuf berterima kasih atas dukungan berbagai pihak yang telah memberikan kesiapan fisik, kesiapan logistik, tata kelola muktamar, dan kesiapan sumber daya manusia.

"Kami juga mengadakan Bazar Muktamar dan Expo yang berlangsung sejak tanggal 20 hingga 31 Agustus 2026 yang dilengkapi panggung budaya dan pasar malam. Maka, Muktamar ke-35 tidak hanya menjadi forum organisasi, tetapi ikut menggalakkan ekonomi nasional," ungkap Gus Ipul.

Dalam rangkaian pembukaan Muktamar, ada penampilan seni marawis dan paduan suara Simfoni dari kalangan santri (pelajar dan mahasiswa) yang menampilkan lagu-lagu seperti Indonesia Raya, Mars Syubbanol Wathon, Shalawat Asyghil, Shalawat Jibril, lagu tema Muktamar NU, serta lagu populer ‘Ketika Tangan dan Kaki Berkata’.

Pelaksanaan Muktamar ke-35 NU yang dihelat dari 27-31 Agustus 2026 juga memiliki agenda strategis seperti pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU untuk masa khidmah 2026-2031. Kegiatan ini diikuti 38 pengurus wilayah NU, 523 PCNU, serta 33 pengurus cabang istimewa NU yang mengirimkan total 2.232 delegasi.

Pembukaan Muktamar ke-35 NU dihadiri pula Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming; Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla; Wakil Presiden ke-13, KH. Ma'ruf Amin; Ketua MPR, Ahmad Muzani; Wakil Ketua MPR, Edhie Baskoro Yudhoyono; Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar; Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan; Menteri Agama, Nasaruddin Umar; Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti; Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid; serta Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Usai prosesi pembukaan Muktamar, Menteri Ekraf lanjut berziarah ke makam KH. Hasyim Asy'ari, KH. Salahuddin Wahid (Gus Solah), dan Presiden ke-4 RI, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang berada dalam Pondok Pesantren Tebuireng. Momentum ini menjadi bentuk penghormatan terhadap para tokoh bangsa yang dikenang dengan nilai-nilai pluralisme, toleransi, dan membawa semangat kebangsaan.

Menteri Ekraf turut didampingi Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi, Media, dan Pelayanan Publik, Renanda Bachtar serta Direktur Seni Rupa dan Seni Pertunjukan, Dadam Mahdar.

Berita Terkini

See More