ANALIS MARKET (04/8/2026): IHSG Diperkirakan Cenderung Mixed
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (3/8), IHSG ditutup melemah -1,63 poin (-0,03%) ke level 6.234,50.
Pelemahan IHSG tidak lepas dari adanya profit taking pelaku pasar pasca penguatan beberapa hari terakhir.
Dari sisi katalis, terdapat beberapa katalis positif, seperti:
(1). S&P Global mencatat bahwa Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia naik ke level 50,2 pada Juli 2026 (vs. Juni 2026: 46,9), menandai angka tertinggi sejak Februari 2026.
(2). Harga minyak Brent turun sekitar -8% ke kisaran US$83/barrel pada Senin (3/8) sore setelah Presiden Donald Trump membatalkan rencana untuk menyerang Iran.
(3). BPS mencatat bahwa inflasi indeks harga konsumen (IHK) pada Juli 2026 melandai ke 2,88% YoY (vs. Juni 2026: inflasi 3,34% YoY), lebih rendah dibandingkan ekspektasi konsensus yang memperkirakan inflasi 3,2% YoY.
Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup menguat, tercermin dari DJIA (+1,32%), S&P 500 (+1,48%), & Nasdaq (+2,13%).
Penguatan tersebut didorong meredanya ketegangan geopolitik setelah Amerika Serikat menahan diri untuk tidak menyerang Iran, sehingga terjadi penurunan harga bahan bakar yang mengurangi tekanan inflasi, serta turunnya imbal hasil Treasury mendorong kembali permintaan terhadap aset berisiko.
Sentimen positif ini semakin diperkuat oleh lonjakan saham teknologi megacap seperti Amazon, Alphabet, Microsoft, dan Meta, dimana Amazon sukses melewati nilai pasar US$3 triliun.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung mixed sembari terus mencermati perkembangan rilis kinerja emiten IH2026,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Selasa (04/8).





