Keseimbangan Primer Capai Rp154 T, Ruang Fiskal Masih Memadai hingga Akhir Tahun
Oleh: Issa

foto: dok. Kemenkeu
Pasardana.id - Tim Riset Ekonomi Bank Mandiri memandang ruang fiskal hingga akhir tahun tetap memadai.
Hal ini terkait dengan keseimbangan primer mencatat surplus Rp154,0 triliun, sekitar tujuh kali lipat dibandingkan Rp22,2 triliun pada Agustus 2025, sehingga memperkuat bantalan fiskal di tengah belanja yang ekspansif.
Tim Riset Ekonomi Bank Mandiri juga menyebut, realisasi pembiayaan juga berjalan lebih awal dengan capaian 68,7% dari target tahunan.
Kombinasi keseimbangan primer yang kuat dan pembiayaan yang terealisasi lebih awal memperbesar ruang gerak fiskal pemerintah.
"Ruang tersebut menjadi modal untuk menjaga defisit tetap di bawah 3% PDB hingga akhir 2026," kata Tim Riset Ekonomi Bank Mandiri, Senin (21/9/2026).
Seperti diketahui, defisit APBN hingga Agustus 2026 tetap terkendali.
Kementerian Keuangan mencatat defisit mencapai Rp240,1 triliun atau 0,93% terhadap PDB per akhir Agustus 2026, sedikit melebar dari Rp235,6 triliun (0,91% PDB) pada Juli 2026.
Sementara itu, knerja pendapatan negara menjadi penopang utama.
Hingga Agustus 2026, pendapatan negara mencapai Rp2.055,6 triliun atau 65,2% dari target APBN 2026 sebesar Rp3.153,6 triliun.
Pertumbuhannya tercatat 25,4% yoy, terakselerasi dari 21,4% yoy pada semester I 2026.
Penerimaan pajak tercatat Rp1.409 triliun atau 59,8% dari target dengan pertumbuhan 24,1% yoy, sementara kepabeanan dan cukai tumbuh lebih moderat sebesar 7,8% yoy menjadi Rp210,2 triliun.
Di sisi lain, belanja negara terakselerasi dengan pergeseran ke pemerintah pusat.
Realisasi belanja negara mencapai Rp2.295,7 triliun atau 59,7% dari pagu, tumbuh 17,1% yoy.
Belanja pemerintah pusat naik 29% yoy menjadi Rp1.791,5 triliun, dengan belanja kementerian/lembaga meningkat 33% yoy menjadi Rp912,4 triliun seiring akselerasi program prioritas.




