ANALIS MARKET (03/7/2026): IHSG Berpotensi Sideways
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, Indeks-indeks saham Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan Kamis (02/7). Indeks Dow Jones Industrial Average mencetak rekor all time high (ATH) setelah data tenaga kerja AS yang melemah dari perkiraan menyebabkan harapan The Fed akan menahan kenaikan suku bunga. Di sisi lain, Nasdaq justru melemah akibat aksi jual besar-besaran pada saham semikonduktor. Indeks Dow Jones melonjak 1,14%, S&P 500 ditutup hamper stagnan pada level 7.483,24, sedangkan Nasdaq Composite melemah 0,8%. Tekanan pada Nasdaq berasal dari pelemahan saham-saham chip untuk hari kedua berturut-turut. ETF VanEck Semiconductor (SMH) anjlok 4,5%, dipimpin oleh jatuhnya saham Teradyne sebesar 13,6% dan KLA yang merosot 11,5%. Saham Nvidia juga turun 1,4%, sementara Micron Technology melemah 5,5%. Sentimen pasar dipengaruhi laporan ketenagakerjaan AS yang menunjukkan penciptaan lapangan kerja hanya mencapai 57.000 pada Juni, jauh di bawah proyeksi ekonom yang memperkirakan 115.000 pekerjaan baru. Di sisi lain, tingkat pengangguran justru turun menjadi 4,2%, lebih baik dibandingkan ekspektasi pasar sebesar 4,3%.
Di sisi lain, Bursa Asia mixed, dengan mayoritas melemah pada perdagangan Kamis (2/7). Indeks Nikkei 225 Jepang turun 2,47%, sedangkan Topix naik 0,09%. Selain itu, Hang Seng Hong Kong menguat 0,58%, Taiex Taiwan turun 0,58% dan ASX 200 Australia naik tipis 0,02%. Sementara Korea Selatan pimpin pelemahan, Kospi anjlok 7,89% dan Kosdaq merosot 6,74%. Padahal, sepanjang 2Q26 indeks tersebut telah melonjak sekitar 68%, didorong rally saham-saham terkait AI. Saham produsen cip SK Hynix anjlok 14,6%, sedangkan Samsung Electronics turun 9,1%. Di sisi lain, FTSE Straits Times menguat 1,08% dan FTSE Malay KLCI naik 0,30%.
Sementara itu, IHSG kemarin (02/7), ditutup naik 0.87%, tapi masih disertai dengan net sell asing sebesar Rp323 Miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBRI, MAPI, ASII, BRMS dan DSSA.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut, IHSG berpotensi sideways di range 5650-5875. Diperkirakan Support IHSG: 5650-5700 dan Resist IHSG: 5800-5900,” sebut Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas dalam riset Jumat (03/7).
Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: TAPG, KLBF, TINS, SMGR, AMRT, dan BULL.
Berikut ini rekomendasi tradingnya:
TAPG Buy on Weakness dengan area beli di 1485-1500, cutloss di bawah 1460. Target dekat di 1520-1545.
KLBF Spec Buy dengan area beli di 730-745, cutloss di bawah 730. Target dekat di 760-795.
TINS Spec Buy dengan area beli di 3330-3350, cutloss di bawah 3300. Target dekat di 3380-3430.
SMGR Buy on Weakness dengan area beli di 1375-1395, cutloss di bawah 1370. Target dekat di 1415-1440.
AMRT Spec Buy dengan area beli di 1355-1375, cutloss di bawah 1355. Target dekat di 1400-1420.
BULL Buy on Weakness dengan area beli di 306-316, cutloss di bawah 304. Target dekat di 324-332.
Disclaimer on




