OJK Siapkan Terobosan Tokenisasi Aset, UMKM Indonesia Timur Berpeluang Raih Akses Pembiayaan Lebih Luas
Oleh: Harry

foto: dok. OJK
Pasardana.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mempercepat digitalisasi sektor keuangan untuk memperkuat pembiayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya di Indonesia Timur.
Salah satu inovasi yang tengah dikembangkan adalah tokenisasi Real World Assets (RWA) sebagai alternatif pembiayaan rantai pasok komoditas unggulan daerah.
Kepala Eksekutif Pengawas IAKD OJK, Adi Budiarso, mengatakan tokenisasi RWA dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembiayaan berbagai aset produktif, mulai dari resi gudang beras, produksi kakao, kontrak pembelian komoditas, hingga proyek infrastruktur daerah.
Hal tersebut disampaikan dalam Focus Group Discussion (FGD) "Pengembangan Potensi UMKM Wilayah Timur melalui Program Digitalisasi Keuangan" di Makassar, Senin (27/7).
Menurut Adi, inovasi tersebut bukan lagi sebatas konsep.
OJK telah meluluskan sejumlah model bisnis melalui Regulatory Sandbox, seperti tokenisasi emas, tokenisasi Surat Utang Negara melalui Kontrak Pengelolaan Dana (KPD), tokenisasi manfaat kepemilikan properti, penerbitan stablecoin Rupiah, serta kustodian aset keuangan digital nonperdagangan.
"Pendalaman pasar keuangan digital harus memberikan manfaat nyata, mulai dari memperluas akses pembiayaan, meningkatkan inklusi keuangan, memperkuat efisiensi intermediasi, hingga mendorong kesejahteraan masyarakat," ujar Adi, seperti dilansir dalam siaran pers OJK, Selasa (28/7).
Ditambahkan, OJK juga menegaskan pengembangan inovasi keuangan digital akan dilakukan melalui Program Pengembangan Ekosistem Keuangan Daerah guna mendukung agenda pembangunan, termasuk hilirisasi, ekonomi kreatif, dan penguatan ekonomi regional.
Di kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, mengapresiasi langkah OJK tersebut.
Menurutnya, digitalisasi keuangan dapat menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi di Indonesia Timur, asalkan dibarengi peningkatan literasi keuangan dan pendampingan pelaku UMKM agar lebih mudah mengakses pembiayaan formal.
Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Mochamad Muchlasin, mengungkapkan ekonomi Sulawesi Selatan tumbuh 6,88 persen pada triwulan I-2026, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,61 persen.
Ke depan, pengembangan ekonomi daerah akan difokuskan pada hilirisasi, peningkatan inklusi keuangan, penguatan koordinasi antarlembaga jasa keuangan, serta peningkatan kapasitas pelaku usaha.
FGD tersebut merupakan bagian dari Forum Komunikasi Lintas Bidang yang melibatkan pemerintah pusat dan daerah, Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), akademisi, industri jasa keuangan, serta pelaku UMKM.
Forum ini bertujuan memperkuat sinergi pengembangan digitalisasi keuangan untuk memperluas akses pembiayaan dan meningkatkan daya saing UMKM di Indonesia Timur.





