Mentan Berikan Bibit dan Pengolahan Lahan Gratis Buat Pesantren
Oleh: Ronal

Foto : istimewa
Pasardana.id – Pesantren di Indonesia yang memiliki lahan produktif akan mendapatkan bibit komoditas perkebunan secara gratis, pengolahan lahan tanpa biaya, hingga pendampingan budidaya guna memperkuat ketahanan pangan nasional.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat menghadiri Kongres Umat Islam Indonesia VIII yang diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta, Minggu, (26/7) mengajak kepada seluruh pondok pesantran untuk mengambil peran lebih besar dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Kalau ada pesantren yang membutuhkan, ada bibit tebu, kakao, kelapa, mente, kopi, semuanya gratis dari Bapak Presiden. Pengolahan lahannya juga gratis. Bibitnya gratis. Tinggal lahannya disiapkan, nanti kami tanami,” kata Mentan, sebagaimana mengutip Antara.
Mentan mengatakan bagi pesantren yang memiliki lahan produktif dapat mengusulkan bantuan melalui dinas pertanian. Kementan, dalam hal ini siap membantu mulai dari pengolahan lahan hingga penyediaan bibit.
Menurut Mentan, pesantren memiliki potensi besar menjadi pusat kegiatan pertanian sekaligus membangun kemandirian pangan dan kegiatan produktif bagi para santri.
“Kami ingin pesantren menjadi mandiri pangan. Yang punya lahan tinggal diusulkan melalui dinas pertanian, nanti kami bantu tanami. Bibit kami siapkan sehingga lahan-lahan pesantren bisa menjadi produktif,” ucapnya.
Adapun program ini merupakan bagian dari pengembangan sekitar 870 ribu hektare komoditas perkebunan strategis di berbagai wilayah Indonesia.
Pemerintah juga telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp9,95 triliun untuk mendukung penyediaan bibit unggul dan pengembangan perkebunan rakyat.
“Semua ini untuk rakyat. Tahun ini kalau masih ada yang membutuhkan, bibit masih tersedia dan siap kami salurkan,” ucapnya lagi.
Mentan menilai keterlibatan pesantren dalam sektor pertanian tidak hanya berkaitan dengan ketahanan pangan, tetapi juga dapat membuka ruang ekonomi baru bagi masyarakat dan membangun kemandirian umat.
Mentan optimistis kolaborasi pemerintah dengan pondok pesantren, masyarakat, dan berbagai elemen umat Islam dapat memperluas basis produksi pangan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat.
Penguatan pertanian berbasis pesantren, pengembangan perkebunan rakyat, hilirisasi, serta perluasan kawasan produksi pangan di berbagai daerah menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



