Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)|analisa market|FAC Sekuritas

ANALIS MARKET (27/7/2026): IHSG Diperkirakan Melanjutkan Koreksi

Oleh: Ria

27 Juli 2026, 09:04
ANALIS MARKET (27/7/2026): IHSG Diperkirakan Melanjutkan Koreksi

foto: ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan akhir pekan lalu (24/7), IHSG ditutup melemah - 118,88 poin (-1,88%) ke level 6.196,43.

Pelemahan IHSG disebabkan adanya kombinasi sentimen negatif global dan domestik.

Dari sisi global, pelemahan dipicu oleh meningkatnya ketegangan di Timur Tengah (perang AS vs Iran), lonjakan harga minyak, serta penguatan dolar AS dan imbal hasil obligasi AS yang dipengaruhi ekspektasi suku bunga The Fed tetap tinggi.

Sedangkan, dari dalam negeri, tekanan pada rupiah, dan aksi ambil untung (profit taking) mendorong tekanan jual yang meluas, terutama pada sektor bahan baku, energi, konsumer siklikal, dan perbankan.

Sementara itu, Wall Street akhir pekan lalu ditutup variatif, tercermin dari DJIA (+0,46%), S&P 500 (+0,05%), & Nasdaq (-0,64%).

Dari sisi katalis, harga minyak dunia terkoreksi, namun masih mencatat kenaikan tajam sepanjang pekan akibat meningkatnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang mengganggu lalu lintas kapal tanker di Teluk Persia dan Laut Merah.

Kenaikan harga energi turut mendorong kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS, karena investor semakin memperkirakan bahwa tekanan inflasi yang dipicu oleh harga energi dapat mendorong Federal Reserve (The Fed) untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan pekan depan.

Kemudian, kekhawatiran terhadap besarnya belanja modal (capital expenditure) terkait pengembangan kecerdasan buatan (AI) juga menekan saham-saham perusahaan teknologi besar.

“Pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan berpotensi melanjutkan koreksi, seiring aksi ambil untung yang masih berlangsung. Sentimen tersebut dipengaruhi oleh kekhawatiran terhadap inflasi energi akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, serta tekanan pada nilai tukar rupiah,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Senin (27/7).

Berita Terkini

See More