Menkop Ferry Beberkan Alasan Pelatihan Buat Calon Manajer KopDes Merah Putih
Oleh: Ronal

Foto : istimewa
Pasardana.id - Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono mengatakan, pelatihan para calon manajer Koperasi Desa (KopDes) Merah Putih merupakan tahapan lanjutan setelah peserta mengikuti pembentukan karakter dan pendidikan bela negara yang difasilitasi Kementerian Pertahanan.
Tak hanya membekali peserta dengan materi bela negara, disiplin, tata kelola koperasi, dan manajemen keuangan, Kementerian Koperasi (Kemenkop) juga memperkuat kemampuan soft skills, terutama komunikasi, kepemimpinan, serta kemampuan berkolaborasi dengan pengurus, pengawas dan masyarakat desa.
Kata Menkop Ferry, pentingnya kemampuan komunikasi dan kepemimpinan sebagai bekal bagi calon manajer dalam mengelola KopDes Merah Putih.
“Kami ingin para manajer KDKMP tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga mampu membangun komunikasi yang baik, memimpin tim, dan berinteraksi dengan masyarakat desa. Soft skills ini akan sangat menentukan keberhasilan operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,” kata Ferry dalam keterangan tertulis, dikutip pada Minggu (19/7).
Menkop Ferry menjelaskan, para calon manajer akan menjalani tiga tahapan pembinaan, yakni pembentukan karakter, penguatan kompetensi manajerial, dan sertifikasi kompetensi.
Melalui tahapan tersebut, pemerintah ingin memastikan setiap manajer memiliki karakter, kompetensi, dan profesionalisme dalam mengelola koperasi.
Menurut dia, keberhasilan operasional KopDes Merah Putih akan sangat ditentukan oleh kualitas para manajer sebagai ujung tombak di lapangan.
Untuk itu, dia meminta peserta tetap fokus menjalankan misi membangun ekonomi desa melalui koperasi meski menghadapi berbagai tantangan.
“Apa yang kami rintis hari ini harus diteruskan. Dalam perjalanannya tentu akan ada tantangan dan hambatan, tetapi tujuan besar perjuangan ini harus mampu melampaui semua tantangan tersebut. Karena itu, jangan mudah menyerah dan tetap fokus pada misi besar membangun ekonomi desa melalui koperasi,” ujarnya.
Ditambahkan Menkop Ferry, para manajer yang lulus dari pelatihan ditargetkan memiliki standar profesionalisme tinggi.
Pasalnya, KopDes Merah Putih akan memegang peran strategis sebagai pengelola distribusi barang bersubsidi, penyedia layanan keuangan mikro, hingga agregator produk UMKM lokal.
“Kita ingin mencetak manajer yang akuntabel, profesional, dan adaptif. Keberhasilan operasionalisasi koperasi di desa-desa sangat bergantung pada kompetensi manajerial yang adik-adik pelajari selama pelatihan ini,” terangnya.
Seperti diketahui, sebagai bagian dari persiapan operasional KopDes Merah Putih, para calon manajer Kopdes mulai mengikuti pelatihan pada 17–31 Juli 2026.
Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop, Destry Anna Sari mengatakan, program penguatan kompetensi tersebut diikuti puluhan ribu peserta yang tersebar di 15 komando latihan, 60 satuan pendidikan, dan 451 kelas di seluruh Indonesia.
Destry menjelaskan, selama 13 hari, terhitung mulai 17–31 Juli 2026, para calon manajer akan mengikuti pelatihan intensif selama 90 jam pelajaran yang mencakup tata kelola koperasi, manajemen keuangan, digitalisasi, kewirausahaan, soft skills, hingga penguatan kepemimpinan.
Pelatihan tersebut juga mencakup pemanfaatan Talent DNA untuk memperkuat integritas, kepemimpinan, serta kesiapan para manajer dalam mengelola KDKMP secara profesional.
“Selain itu, pemanfaatan Talent DNA untuk memperkuat integritas, kepemimpinan, serta kesiapan para manajer dalam mengelola KDKMP secara profesional,” ujar Destry.
Setelah seluruh rangkaian pelatihan selesai, peserta akan mengikuti uji sertifikasi kompetensi berstandar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).





