kawasan wisata|kebakaran bromo|kebakaran hutan dan lahan (karhutla)

Semua Akses Wisata di Kawasan Bromo Ditutup Imbas Kebakaran

Oleh: Ronal

10 Agustus 2026, 08:44
Semua Akses Wisata di Kawasan Bromo Ditutup Imbas Kebakaran

Foto : istimewa

Pasardana.id – Kebakaran hutan di sekitaran Kawasan Gunung Bromo masih berlangsung dan belum semuanya bisa dipadamkan.

Ratusan hektar lahan terbakar hingga membuat Kawasan Gunung Bromo ditutup total bagi wisatawan.

Imbas dari kebakaran ini, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menutup sebagian akses wisata Gunung Bromo dari pintu masuk Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang serta Senduro, Kabupaten Lumajang.

Berdasarkan laporan dari Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Heri Mulyadi mengatakan destinasi wisata yang berada di sekitar Gunung Bromo masih aman dikunjungi wisatawan.

"Akses menuju kawasan Gunung Bromo dari empat pintu resmi ditutup sejak Sabtu (8/8) pukul 22.00 WIB karena kebakaran, namun sejumlah destinasi wisata di wilayah Kabupaten Probolinggo yang berada di sekitar kawasan Bromo masih dalam kondisi aman untuk dikunjungi," katanya di Probolinggo, Minggu (9/6), seperti dilansir Antara.

Dari hasil pemantauan di lapangan, Heri mengatakan, sejumlah objek wisata seperti Jembatan Kaca Bromo, Puncak Seruni Point hingga Terminal Wisata Seruni Point masih berada dalam kondisi aman karena titik api yang terjadi di kawasan Bromo juga dinilai masih cukup jauh dari lokasi wisata tersebut.

“Untuk beberapa destinasi wisata tersebut kondisi hari ini masih aman dan juga masih memungkinkan untuk dikunjungi wisatawan. Namun, kami tetap melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi di lapangan,” katanya.

Namun apabila, kondisi karhutla (kebakaran hutan dan lahan) di kawasan taman nasional ini mengalami perubahan dan mulai mengarah atau mengganggu kawasan objek wisata di Kabupaten Probolinggo, maka pemerintah tidak menutup kemungkinan melakukan pembatasan kunjungan.

"Hari ini masih aman untuk dikunjungi, tetapi apabila suatu waktu ada perubahan dan perkembangan di lapangan, kemungkinan juga akan ditutup apabila mengganggu keamanan, kenyamanan dan ketenangan," ujarnya.

Lebih lanjut Heri mengatakan, langkah pembatasan akan dilakukan sebagai bentuk antisipasi apabila situasi berkembang dan berpotensi membahayakan wisatawan maupun masyarakat yang berada di sekitar objek wisata.

"Disporapar Kabupaten Probolinggo bersama pihak terkait akan terus memantau perkembangan karhutla dan kondisi keamanan menjadi pertimbangan utama dalam menentukan kebijakan terkait aktivitas kunjungan wisatawan di sejumlah destinasi yang berada di wilayah Kabupaten Probolinggo," katanya.

Berita Terkini

See More