menkeu purbaya|harga minyak dunia|penurunan harga|Inflasi

Menkeu Berharap Turunnya Harga Minyak Dunia, Bisa Redakan Tekanan Inflasi

Oleh: Ronal

02 Juli 2026, 01:17
Menkeu Berharap Turunnya Harga Minyak Dunia, Bisa Redakan Tekanan Inflasi

Foto : istimewa

Pasardana.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimis jika tekanan inflasi di Indonesia akan segera berkurang.

Ia menilai inflasi Juni 2026 terutama dipicu adanya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan sejumlah komoditas pangan yang bersifat fluktuatif.

Menurut Bendahara Negara ini, bahwa kondisi tersebut diperkirakan hanya bersifat sementara sehingga tekanan inflasi akan mereda.

“Itu kan (komoditas) musiman. Saya harapkan sih nanti setelah harga minyak ini kan udah turun, harga pertamax saya yakin akan turun pelan-pelan itu sesuai dengan harga minyak dunia. Jadi itu tekanan ke inflasi akan segera berkurang,” kata Purbaya di Jakarta, Rabu (1/7).

Meski begitu dirinya menilai kalau laju inflasi saat ini masih belum menunjukan lonjakan permintaan masyarakat.

Dimana, indikasinya terlihat dari inflasi inti yang masih berada pada level terkendali.

“Basically gitu, kita liat core inflation-nya 2,76 persen. Core inflation-nya kan masih relatif terkendali. Jadi itu karena harga yang fluktuatif saja, minyak, BBM, dan tadi harga pangan. Itu harusnya akan hilang dalam waktu beberapa bulan ke depan, karena core-nya masih stabil. Jadi kenaikannya bukan karena demand yang terlalu cepat,” beber Purbaya.

Sebagai informasi saja, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan inflasi Indonesia pada Juni 2026 mencapai 3,34 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

Kemuidan secara bulanan atau month to month (mtm), inflasi tercatat sebesar 0,44 persen.

Kelompok transportasi menjadi penyumbang inflasi bulanan terbesar. Kelompok ini mencatat inflasi 2,29 persen dengan andil 0,28 persen terhadap inflasi nasional.

Komoditas bensin menjadi penyumbang terbesar inflasi kelompok transportasi dengan andil 0,21 persen.

Berikutnya tarif angkutan udara sebesar 0,05 persen dan pelumas atau oli mesin sebesar 0,01 persen.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga mengalami inflasi 0,20 persen dengan andil 0,06 persen.

Adapun, komoditas yang paling besar menyumbang inflasi pada kelompok tersebut ialah bawang merah dengan andil 0,04 persen, bawang putih sebesar 0,03 persen, serta beras sebesar 0,02 persen.

Sementara itu, inflasi inti pada Juni 2026 tercatat sebesar 0,23 persen secara bulanan dan 2,76 persen secara tahunan.

Berita Terkini

See More