menperin agus guwiwang|insentif kendaraan listrik|industri otomotif

Menperin Sebut Insentif Kendaraan Listrik Hampir Selesai

Oleh: Ronal

09 Juni 2026, 15:33
Menperin Sebut Insentif Kendaraan Listrik Hampir  Selesai

Foto : istimewa

Pasardana.id - Guna menjaga momentum pertumbuhan industri otomotif nasional, pemerintah terus mematangkan skema insentif baru untuk kendaraan listrik.

Melihat pola perubahan yang terjadi di tengah masyarakat Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita melihat fenomena lipstick effect menjadi salah satu faktor yang turut jadi perhatian untuk pemerintah dalam menyusun kebijakan.

"Mengenai lipstick effect, ini saya sangat setuju bahwa ada beberapa fenomena yang perlu kita perhatikan. Kalau kita perlu perhatikan artinya akan sangat baik apabila fenomena itu kita antisipasi agar supaya lipstick effect positif (tidak sebaliknya). Tapi juga kita harus memperhatikan barang-barang yang memang dianggap secondary, atau yang sedang tidak dibutuhkan, atau kalau dibutuhkan juga tidak urgent," kata Agus dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI di Jakarta, Senin (8/6).

Lipstick effect sendiri adalah fenomena ketika konsumen tetap melakukan pembelian barang-barang kecil yang bersifat mewah atau premium meskipun sedang mengalami kondisi ekonomi yang sulit, seperti resesi atau penurunan daya beli.

Karena itu, Kementerian Perindustrian bersama kementerian terkait saat ini tengah merampungkan pembahasan insentif kendaraan listrik roda dua dan roda empat.

"Oleh sebab itu, kami, pemerintah, sekarang masih dalam proses dan sudah under final dalam mengusulkan misalnya insentif dari EV, baik roda empat maupun roda dua. Itu bagian dari kita agar industri otomotif yang dikaitkan dengan EV itu tidak akan turun," ujarnya.

Agus menjelaskan, dukungan terhadap kendaraan listrik juga berkaitan dengan strategi pengembangan industri berbasis sumber daya domestik.

Mengingat, Indonesia memiliki cadangan nikel yang menjadi bahan baku utama baterai kendaraan listrik sehingga ekosistem EV dinilai perlu terus diperkuat.

"Kenapa EV? Kita paham bahwa kekuatan kita adalah di baterai yang berbasis nikel, sehingga perhatian dari pemerintah itu adalah bagaimana kita memberikan dukungan lalu insentif otomotif EV, baik roda empat maupun roda dua," sambung Agus

Tak hanya menyiapkan insentif, pemerintah juga terus berkoordinasi dengan pelaku usaha dan asosiasi industri untuk memantau perkembangan pasar serta berbagai tantangan yang dihadapi dunia usaha.

Menteri Agus mengatakan pelaku industri telah melakukan sejumlah penyesuaian untuk mempertahankan daya saing, mulai dari menjaga ketersediaan bahan baku, mengendalikan biaya logistik, hingga menyesuaikan produk dengan preferensi konsumen.

"Sesuatu yang sudah dilakukan, yang menurut pandangan saya sesuai, atau hasil dari komunikasi dengan mereka, yaitu mengenai ketersediaan bahan baku, kemudian market preference itu ada dikaitkan dengan lipstick effect, logistic cost," tukas dia.

Berita Terkini

See More