Schneider Electric|Investasi Startup|Swiss-Asia Financial Services|Schneider Electric Energy Access Asia Fund II (SEEAA Fund II)|model blended finance|penggalangan dana

Schneider Electric Siapkan Dana Jumbo untuk Startup Energi Bersih, Indonesia Jadi Sorotan Utama!

Oleh: Corri

25 Juni 2026, 08:22
Schneider Electric Siapkan Dana Jumbo untuk Startup Energi Bersih, Indonesia Jadi Sorotan Utama!

Foto : istimewa

Pasardana.id - Schneider Electric, pemimpin global di bidang teknologi energi, bermitra dengan Swiss-Asia Financial Services untuk mendukung pengembangan dan penggalangan dana Schneider Electric Energy Access Asia Fund II (SEEAA Fund II).

Dana blended finance terbaru ini dirancang untuk menjawab kesenjangan pendanaan tahap awal bagi perusahaan rintisan (startup) dalam bidang energi bersih di seluruh Asia Selatan dan Asia Tenggara.

Bagi Indonesia, momentum ini mencerminkan pentingnya posisi Indonesia di dalam portofolio regional SEEAA, sekaligus menyoroti semakin besarnya peran startup lokal dalam memperkuat rantai nilai energi bersih.

Kemitraan ini menggabungkan keahlian Schneider Electric dalam transisi energi, pengalaman dalam investasi berdampak, serta ekosistem regionalnya dengan kapabilitas Swiss-Asia dalam pengelolaan dana, penyusunan struktur pendanaan, dan pelibatan investor.

Kemitraan ini diharapkan dapat mempercepat peluncuran SEEAA Fund II sekaligus memperluas dampaknya.

“Kami berharap dapat memperkuat hubungan pengelolaan dana kami dengan Indonesia. Dengan pengalaman operasional selama 22 tahun di Asia Tenggara, Swiss-Asia telah lama mendukung para wirausahawan di Indonesia. SEEAA Fund II akan menjadi dana ketiga yang kami kelola untuk investasi di pasar Indonesia,” ujar Pying-Huan Wang, Chief Executive Officer, Swiss-Asia Financial Services, dalam keterangan tertulis, Rabu (24/6).

SEEAA Fund II merupakan dana ekuitas blended finance yang direncanakan bernilai jutaan dolar AS dan dirancang untuk menjawab kesenjangan pendanaan tahap awal bagi startup energi bersih di Asia Selatan dan Asia Tenggara, termasuk India, Indonesia, Vietnam, dan Filipina.

Dana ini akan menargetkan model bisnis berbasis teknologi yang berpotensi berkembang dalam skala yang lebih besar, mencakup pembangkitan energi, efisiensi energi, manajemen energi, ekonomi sirkular, dan pembiayaan hijau.

Melalui struktur blended finance, SEEAA Fund II diharapkan dapat menarik dan menggerakkan lebih banyak aliran modal swasta ke startup energi bersih tahap awal yang berpotensi memberikan dampak besar.

Dana ini melanjutkan capaian SEEAA Fund I, yang telah berhasil menyuntikkan modal katalis kepada 13 perusahaan. Ke depan, SEEAA Fund II diharapkan dapat mengurangi sekitar 3 juta ton emisi CO₂, memberikan manfaat bagi 3,5 juta orang, serta menciptakan sekitar 5.000 lapangan kerja.

SEEAA telah membangun rekam jejak di ekosistem akses energi di Asia sebagai investor katalis. Melalui investasinya, SEEAA mendukung startup yang memiliki dampak besar di Asia Selatan dan Asia Tenggara, khususnya yang berfokus pada akses energi bersih, efisiensi energi, ketahanan iklim, dan pertumbuhan yang inklusif.

Untuk mempersiapkan rencana Fund II, Schneider Electric memanfaatkan Asia Climate Solutions Design Grant dari Convergence, hibah yang diberikan melalui program Blended Finance Accelerator.

Hibah ini kemudian akan digunakan untuk menyempurnakan struktur blended finance Fund II, sekaligus mempercepat proses penggalangan dana dan pelibatan investor.

Tujuannya adalah agar dana ini dapat menjangkau lebih banyak startup berdampak yang masih kekurangan modal di kawasan ini.

Sebagai bagian dari ambisi keberlanjutan Schneider Electric, SEEAA turut mendukung komitmen perusahaan dalam memperluas akses terhadap energi berkelanjutan serta mendukung transisi energi yang berkeadilan.

Melalui investasi yang berfokus pada dampak nyata, inisiatif ini memperluas akses pelayanan energi yang terjangkau, andal, dan berkelanjutan bagi komunitas yang kurang terlayani secara maksimal.

Kemitraan dan inisiatif ini juga sejalan dengan ambisi jangka panjang Schneider Electric untuk memperluas dampak kehadirannya di Asia melalui kemitraan strategis yang dapat memobilisasi modal untuk energi bersih dan solusi iklim.

**Mendorong Dampak Lokal di Indonesia **

Indonesia menjadi salah satu contoh praktik regional SEEAA yang paling kuat.

Hingga akhir Desember 2025, perusahaan Indonesia yang didukung SEEAA secara kolektif telah kembali menjangkau lebih dari 38.000 penerima manfaat, mengurangi lebih dari 407.000 tCO₂e emisi, serta membuka lebih dari 280 lapangan kerja di Asia.

Perusahaan-perusahaan tersebut mencakup Xurya, yang membantu pelanggan komersial dan industri dalam mengadopsi PLTS atap melalui model end-to-end tanpa uang muka; SolarKita, yang memperluas akses PLTS atap bagi rumah dan bisnis; Dash Electric, yang menghadirkan solusi mobilitas dan logistik rendah karbon sekaligus membantu menciptakan pendapatan yang lebih terprediksi bagi para pekerja gig economy; serta Agros, yang mendukung petani kecil melalui solusi pertanian berkelanjutan, termasuk irigasi bertenaga surya dan solusi pembiayaan yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional di Asia Tenggara (biaya mencakup kebutuhan operasional di kawasan yang lebih luas).

“Transisi energi Indonesia akan sangat ditentukan oleh kekuatan inovator lokal dan kemitraan yang dapat menjanjikan potensi besar untuk berkembang. Melalui SEEAA, kami bangga dapat mendukung startup seperti Xurya, SolarKita, Dash Electric, dan Agros. Pada saat yang sama, kami juga dapat berkontribusi pada platform regional yang lebih luas guna membuka akses terhadap lebih banyak aliran modal dan dukungan melalui rencana SEEAA Fund II,” ujar Martin Setiawan, President Director Indonesia & Timor-Leste, Schneider Electric.

**Memperkuat Aksi Iklim Inklusif melalui Livelihoods Funds **

Selain SEEAA, komitmen Schneider Electric terhadap aksi iklim yang inklusif juga tercermin melalui keterlibatan jangka panjang perusahaan dalam program Livelihoods Funds.

Program ini mendorong transformasi jangka panjang dengan menghubungkan aksi iklim, pertanian regeneratif, dan rantai pasok berkelanjutan.

Melalui solusi berbasis alam, Livelihoods Funds membantu perusahaan berkontribusi terhadap target net-zero sekaligus membangun rantai pasok yang lebih tangguh.

Pendekatan ini menempatkan komunitas petani dan warga desa sebagai titik perubahan, karena keterhubungan langsung antara komunitas ini dengan lahan, ekosistem, dan kebutuhan lokal.

“Livelihoods Funds menjadi kontributor utama kami terhadap komitmen dalam mitigasi iklim. Sejak 2011, Schneider Electric telah berinvestasi di Livelihoods Carbon Fund (LCF) dan memperbarui komitmennya melalui LCF2 dan LCF3. Dana ini memanfaatkan ekonomi karbon untuk membiayai restorasi ekosistem, agroforestri, dan proyek energi pedesaan yang memberikan nilai tambah sosial, lingkungan, dan ekonomi secara nyata bagi komunitas pedesaan,” ujar Gilles Vermot Desroches, Senior Vice President Corporate Citizenship & Institutional Affairs, Sustainability, Schneider Electric.

Pendekatan investasi awal dari Livelihoods Funds membantu mendukung kredit karbon berkualitas dan berintegritas tinggi.

Pendekatan ini turut membuka peluang bagi Schneider Electric untuk berperan aktif dalam memilih dan memantau proyek.

Hal ini menjamin nilai transparansi dan kepercayaan yang lebih besar terhadap kredit karbon yang digunakan untuk mendukung komitmen emisi perusahaan yang sedang berjalan.

Di Indonesia, inisiatif Livelihoods Funds terbaru berfokus pada praktik pertanian berkelanjutan dan agroforestri kopi. Inisiatif ini memperlihatkan bagaimana investasi berdampak jangka panjang dapat membantu pemulihan ekosistem, memperkuat ketahanan iklim, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat pedesaan.

“Indonesia menunjukkan bagaimana model ini dapat menghubungkan aksi iklim dengan pertanian dan ketahanan komunitas. Hal ini memperlihatkan bahwa investasi berdampak bukan hanya menjadi pilar utama dari pendekatan kami, tetapi juga alat yang ampuh untuk mewujudkan perubahan yang terukur dan berkelanjutan,” tambah Gilles.

Berita Terkini

See More