Orang Kaya Indonesia Ubah Cara Kelola Harta, OCBC Beberkan Tren Baru Wealth Management
Oleh: Corri

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id - Cara masyarakat affluent Indonesia memandang kekayaan terus mengalami perubahan.
Jika sebelumnya fokus utama adalah memperoleh potensi imbal hasil investasi, kini semakin banyak nasabah yang memandang pengelolaan kekayaan sebagai bagian dari perencanaan hidup jangka panjang, mulai dari membangun aset, melindungi aset dari berbagai risiko, hingga mempersiapkan transfer kekayaan kepada generasi berikutnya.
Perubahan tersebut mendorong evolusi industri wealth management.
Nasabah tidak lagi hanya mencari produk investasi, tetapi solusi yang lebih komprehensif yang menghubungkan investasi, perencanaan keuangan, pembiayaan, perlindungan aset, hingga succession planning dalam satu strategi finansial yang terintegrasi.
Bagi OCBC (IDX: NISP), perubahan tersebut mendorong cara pandang baru terhadap wealth management.
OCBC mengerti bahwa dalam setiap fase kehidupan, nasabah menghadapi tantangan yang berbeda.
Risiko inflasi dapat menggerus daya beli, volatilitas pasar memengaruhi nilai investasi, sementara perubahan kondisi pribadi, seperti kesehatan, karier, maupun dinamika keluarga, dapat memengaruhi rencana keuangan yang telah disusun.
“Wealth management bukan sekadar untuk membantu nasabah memperoleh potensi imbal hasil investasi. Yang jauh lebih penting adalah mendampingi mereka di setiap fase perjalanan finansial, mulai dari membangun kekayaan, melindunginya dari berbagai risiko, hingga mempersiapkan proses transfer kekayaan kepada generasi berikutnya,” kata Parwati Surjaudaja, Presiden Direktur OCBC, seperti dilansir dalam siaran pers, Kamis (09/7).
“Ke depan, kami percaya wealth management akan semakin digital, semakin personal, dan semakin inklusif. Namun di atas semuanya, yang paling penting adalah memberikan peace of mind kepada nasabah, yaitu keyakinan bahwa seluruh perjalanan finansial mereka didampingi oleh partner yang memahami tujuan hidup, keluarga, dan aspirasi mereka. Itulah nilai yang terus kami bangun di OCBC,” lanjut Parwati.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, OCBC mengembangkan layanan wealth management yang menggabungkan trusted wealth advisory, dukungan tim spesialis wealth management, pilihan solusi investasi yang komprehensif, serta kapabilitas digital yang memungkinkan nasabah mengakses layanan secara lebih mudah tanpa menghilangkan peran relationship manager.
Pendekatan tersebut didukung oleh berbagai kapabilitas, mulai dari Wealth Discovery untuk membantu memahami profil dan kebutuhan nasabah, Wealth Report yang komprehensif untuk memantau perkembangan portfolio, dan Wealth Insight yang relevan sehingga setiap keputusan investasi dapat diambil dengan lebih terinformasi dan sesuai dengan tujuan finansial jangka panjang.
Selain itu, dukungan spesialis wealth management, ragam solusi investasi yang disesuaikan dengan profil risiko dan tujuan finansial, hingga layanan digital melalui OCBC Mobile yang memungkinkan nasabah memantau portofolio dan bertransaksi secara lebih praktis dalam satu ekosistem layanan.
Komitmen tersebut juga tercermin pada perkembangan bisnis wealth management OCBC.
Dalam periode 2022 hingga Desember 2025, bisnis wealth management OCBC mencatat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) sebesar 29%, yang melampaui Rp120 triliun.
Pertumbuhan ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan nasabah terhadap layanan wealth management yang mengedepankan advisory dan solusi yang menyeluruh.




