Danantara Indonesia|Rosan Roeslani|Prabowo Subianto|transformasi bumn

Bos Danantara Sambangi Presiden, Bahas Transformasi BUMN

Oleh: Ronal

22 Juni 2026, 09:46
Bos Danantara Sambangi Presiden, Bahas Transformasi BUMN

Foto : istimewa

Pasardana.id - Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, melakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto pada Minggu (21/6) malam.

Pertemuan yang berlangsung di kediaman Presiden Prabowo di Kertanegara, Jakarta ini, fokus membahas optimalisasi pengelolaan aset negara melalui Danantara Indonesia untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Teddy Indra Wijaya, yang menjabat Sekretaris Kabinet (Seskab) mengungkapkan, bahwa agenda utama pertemuan adalah percepatan transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta penguatan sektor-sektor ekonomi baru.

“Dalam pertemuan ini membahas percepatan transformasi BUMN dan penguatan sektor-sektor baru penggerak pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Teddy.

Adapun salah satu laporan krusial yang diterima Presiden adalah perkembangan restrukturisasi perusahaan plat merah.

Teddy menyebutkan, dari total sekitar 1.077 entitas BUMN yang ada saat ini, sebanyak 258 entitas telah berhasil dikonsolidasikan.

Pemerintah kini membidik sekitar 300 entitas lainnya untuk segera masuk dalam tahap konsolidasi berikutnya.

Langkah ini diambil untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi beban biaya yang selama ini ditanggung oleh negara.

Tak hanya soal restrukturisasi, Danantara diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi baru, khususnya di sektor pariwisata dan industri kreatif.

Hal ini mencakup penyelenggaraan kegiatan olahraga berskala internasional, konser musik, hingga pengembangan ekosistem kreatif.

Sektor-sektor ini dinilai memiliki potensi besar dalam menarik investasi asing serta menciptakan lapangan kerja luas bagi masyarakat.

Dengan pengelolaan aset yang lebih optimal di bawah Danantara, pemerintah optimistis perputaran ekonomi nasional akan bergerak lebih progresif.

“Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, memperkuat tata kelola, serta mengurangi beban biaya yang selama ini ditanggung negara,” tukas Teddy.

Berita Terkini

See More