ANALIS MARKET (19/6/2026): IHSG Diproyeksi Sideways Cenderung Menguat
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, Indeks-indeks saham Wall Street rebound pada perdagangan Kamis (18/6), setelah perdagangan sebelumnya tertekan oleh sinyal The Fed yang membuka peluang kenaikan suku bunga tahun ini. Penguatan dipimpin saham-saham teknologi dan semikonduktor. Indeks Nasdaq Composite melesat 1,91%, S&P 500 melonjak 1,08% dan Dow Jones Industrial Average naik tipis 0,14%. Sementara itu, saham produsen chip menjadi pendorong utama rally pasar. Saham Intel melonjak 10,6% setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Intel akan bermitra dengan Apple dalam pengembangan dan desain chip di AS. Sentimen positif tersebut turut mengangkat saham-saham semikonduktor lainnya. Nvidia naik sekitar 3%, sementara Micron Technology melesat hampir 9%. Di sisi lain, iShares Semiconductor ETF menguat lebih dari 6%. Penguatan Wall Street terjadi setelah aksi jual pada perdagangan sebelumnya yang dipicu hasil rapat kebijakan The Fed di bawah kepemimpinan Ketua The Fed Kevin Warsh. Meskipun demikian, investor tampaknya mulai fokus pada sejumlah data ekonomi yang masih menunjukkan ketahanan ekonomi AS.
Di sisi lain, pergerakan bursa saham Asia bervariatif pada perdagangan Kamis (18/6). Sementara harga minyak kembali melemah setelah AS dan Iran menandatangani kesepakatan damai sementara yang membuka peluang berakhirnya konflik di Timur Tengah. Selain itu, pasar masih mencermati perkembangan implementasi kesepakatan tersebut mengingat ketidakpastian geopolitik belum sepenuhnya mereda. Kesepakatan itu memperpanjang gencatan senjata yang diumumkan pada April lalu selama 60 hari tambahan untuk memberi ruang bagi kedua negara merundingkan perjanjian damai permanen. Indeks Nikkei 225 Jepang melesat 1,65% dan Topix menguat 1,37%. Di Korea Selatan, indeks Kospi melonjak 2,25%, sedangkan Kosdaq terkoreksi 3,01%. Sementara itu, Hang Seng Hong Kong turun 1,59%, Taiex Taiwan naik 1,28% dan ASX 200 Australia melemah 0,62%. Di sisi lain, FTSE Straits Singapura bertambah 0,08% dan FTSE KLCI Malaysia bertambah 0,70%.
Sementara itu, IHSG kemarin (18/06) di tutup melemah 0,78% ke level 6172 yang di sertai net sell asing pada reguler market sebesar Rp 893 miliar.
“Melihat hal tersebut, Kami memperkirakan IHSG hari ini sideways cenderung menguat. Diperkirakan Support: 6130-6080 dan Resist: 6200-6230,” sebut Kevin Juido Hutabarat selaku Senior Analyst Retail Research BNI Sekuritas dalam riset Jumat (19/6).
Selanjutnya disebutkn beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: BUMI, DSSA, ANTM, MBMA, CUAN, BULL.
Berikut ini rekomendasi trading sahamnya:
BUMI Spec Buy dengan area beli di 166-171 cutloss di bawah 165. Target dekat di 173-176.
DSSA Spec Buy dengan area beli di 760-780, cutloss di bawah 750. Target dekat di 820-850.
ANTM Spec Buy dengan area beli di 3140-3170, cutloss di bawah 3130. Target dekat di 3220-3260.
MBMA Spec Buy dengan area beli di 525-535, cutloss di bawah 520. Target dekat di 550-570.
CUAN Spec Buy dengan area beli di 690-710, cutloss di bawah 680. Target dekat di 730-750.
BULL Spec Buy dengan area beli di 388-394, cutloss di bawah 386. Target dekat di 400-408.
Disclaimer on




