Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)|analisa market|BNI Sekuritas

ANALIS MARKET (09/7/2026): IHSG Berpotensi Melanjutkan Koreksi ke Level 5850

Oleh: Ria

09 Juli 2026, 07:06
ANALIS MARKET (09/7/2026): IHSG Berpotensi Melanjutkan Koreksi ke Level 5850

foto: ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, Indeks-indeks saham Wall Street mayoritas ditutup turun pada perdagangan Rabu (8/7), setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan gencatan senjata dengan Iran telah berakhir dan mengancam akan melancarkan serangan baru terhadap Teheran. Pernyataan Trump tersebut menyebabkan lonjakan harga minyak dan kembali mengguncang sentimen pasar global. Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 1,09%, S&P 500 turun 0,28%. Sedangkan, Nasdaq Composite menguat 0,2%. Di pasar energi, harga minyak melonjak, minyak mentah Brent ditutup naik 5,43% (US$ 78,19/bbl), sedangkan minyak mentah WTI menguat 4,37% (US$ 73,52/bbl). "Saya pikir semuanya sudah berakhir. Saya tidak ingin berurusan dengan mereka lagi," kata Trump saat menghadiri KTT NATO di Ankara, Turki. Trump kemudian kembali memperkeras nada pernyataannya dengan mengancam akan menyerang Iran lagi. "Kami akan menghantam mereka dengan keras malam ini," ujar Trump. Pernyataan tersebut muncul setelah AS pada Selasa melancarkan serangkaian serangan terhadap Iran sebagai balasan atas serangan terhadap tiga kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz. Saham ConocoPhillips naik 2%, sementara Chevron Corporation menguat 1%. Adapun saham Marathon Petroleum melesat 5%. Sebaliknya, saham-saham konsumen yang rentan terhadap kenaikan biaya energi bergerak melemah. Saham The Home Depot turun 2%, sedangkan McDonald's merosot lebih dari 1%. Saham Booking Holdings juga terkoreksi 4%.

Di sisi lain, Mayoritas bursa saham Asia-Pasifik melemah pada perdagangan Rabu (8/7), seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang membebani sentimen investor global. Pelaku pasar juga memilih bersikap hati-hati menjelang rilis risalah rapat kebijakan The Fed. Di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 2,11%, dan Topix terkoreksi 1,37%. Selain itu di Korea Selatan, Kospi koreksi 5,35% dan Kosdaq melemah 5,56. Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,21%. Sedangkan, Hang Seng Hong Kong menguat 3%, dan Taiex Taiwan naik 0,56%. Di sisi lain, kekhawatiran terhadap potensi meluasnya konflik di Timur Tengah menjadi faktor utama yang membebani selera risiko investor. Di sisi global, fokus investor kini beralih ke risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) bulan Juni yang dijadwalkan dirilis pada Rabu pukul 14.00 waktu AS.

Sementara itu, IHSG kemarin (08/7) ditutup turun 1.89%, masih disertai dengan net sell asing sebesar Rp674 Miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah MAPI, BBRI, BRMS, AMMN, dan CPIN.

“IHSG berpotensi melanjutkan koreksi ke 5850. Hati-hati jika break di bawah 5850, bisa koreksi ke 5650-5800. Diperkirakan Support IHSG: 5750-5850 dan Resist IHSG: 5900-5950,” sebut Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas dalam riset Kamis (09/7).

Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: ELSA, AKRA, JPFA, ENRG, PGAS, dan ISAT.

Berikut ini rekomendasi tradingnya:

ELSA Buy on Weakness dengan area beli di 600-615, cutloss di bawah 595. Target dekat di 625-635.

AKRA Spec Buy dengan area beli di 1310-1320, cutloss di bawah 1300. Target dekat di 1340-1355.

JPFA Buy on Weakness dengan area beli di 1980-2010, cutloss di bawah 1970. Target dekat di 2030-2070.

ENRG Buy on Weakness dengan area beli di 1135-1175, cutloss di bawah 1130. Target dekat di 1200-1215.

PGAS Buy on Weakness dengan area beli di 1410-1425, cutloss di bawah 1400. Target dekat di 1435-1450.

ISAT Buy on Weakness dengan area beli di 1820-1850, cutloss di bawah 1800. Target dekat di 1885-1900.

Disclaimer on

Berita Terkini

See More