ANALIS MARKET (19/6/2026): IHSG Diperkirakan Cenderung Mixed
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (18/6), IHSG ditutup melemah -48,40 poin (-0,78%) ke level 6.172,34.
Pelemahan IHSG terjadi karena para investor memilih main aman akibat banyaknya kabar ekonomi penting yang datang bersamaan.
Pemicu utamanya adalah keputusan Bank Indonesia yang menaikkan suku bunga menjadi 5,75% untuk menstabilkan nilai tukar rupiah, ditambah sinyal dari bank sentral AS (The Fed) yang berniat tetap memperketat kebijakan moneter mereka hingga akhir tahun.
Di saat yang sama, para pelaku pasar juga memilih menunggu dan melihat situasi (wait and see) menjelang pengumuman penting terkait kepastian bobot saham Indonesia di indeks pasar modal global (MSCI).
Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup menguat, tercermin dari DJIA (+0,14%), S&P 500 (+1,09%), & Nasdaq (+1,91%).
Penguatan tersebut berkat kombinasi dari meredanya konflik geopolitik dan gairah di sektor teknologi.
Kabar baik datang dari kesepakatan damai antara AS dan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz, yang langsung menenangkan pasar dari kekhawatiran lonjakan harga minyak dunia.
Di saat yang sama, sektor raksasa teknologi dan semikonduktor ikut meroket setelah Intel mengumumkan kerja sama untuk memproduksi cip Apple di dalam negeri.
Berita besar ini sukses membuat saham Intel melonjak 10,6% sekaligus ikut menyeret naik saham cip lainnya seperti Nvidia dan Micron.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, IHSG hari ini diperkirakan cenderung mixed dengan adanya ruang penguatan pasca status Indonesia masih dalam Emerging Market dalam pengumuman MSCI terbaru,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Jumat (19/6).



