Survei Penjualan Eceran|penjualan eceran|Indeks Penjualan Riil (IPR)|Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH)|Bank Indonesia

Penjualan Eceran Diperkirakan Tetap Terjaga, BI Proyeksikan IPR Capai 221,6

Oleh: Issa

09 Juli 2026, 12:00
Penjualan Eceran Diperkirakan Tetap Terjaga, BI Proyeksikan IPR Capai 221,6

foto: ilustrasi (dok. Bank Indonesia)

Pasardana.id - Penjualan eceran Indonesia pada Juni 2026 diperkirakan tetap terjaga meski mengalami perlambatan secara bulanan.

Bank Indonesia (BI) memprakirakan Indeks Penjualan Riil (IPR) Juni 2026 mencapai 221,6, yang ditopang oleh pertumbuhan penjualan pada kelompok suku cadang dan aksesori serta perlengkapan rumah tangga lainnya.

Secara tahunan, kinerja penjualan eceran masih menunjukkan tren positif.

Sementara itu, secara bulanan, penjualan eceran pada Juni 2026 diprakirakan mengalami kontraksi sebesar 0,8% (month to month/mtm).

Meski demikian, penurunan tersebut lebih baik dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat turun 1,5% (mtm).

Dalam keterangannya, Kamis (9/7/2026), Bank Indonesia menjelaskan, perkembangan tersebut dipengaruhi oleh mulai berlangsungnya periode libur sekolah pada akhir Juni 2026 yang turut menopang aktivitas konsumsi masyarakat.

Sebelumnya, pada Mei 2026, Indeks Penjualan Riil tercatat sebesar 223,4.

Kinerja tersebut didukung oleh pertumbuhan penjualan secara tahunan pada kelompok suku cadang dan aksesori, bahan bakar kendaraan bermotor, serta barang budaya dan rekreasi.

Secara bulanan, penjualan eceran pada Mei 2026 mengalami penurunan sebesar 1,5% (mtm).

Namun, angka tersebut menunjukkan perbaikan dibandingkan realisasi April 2026 yang terkontraksi hingga 11,6% (mtm).

Peningkatan kinerja pada Mei didorong oleh meningkatnya permintaan masyarakat selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), yaitu Kenaikan Yesus Kristus, Iduladha, dan Waisak.

Sementara itu, dari sisi harga, Bank Indonesia memperkirakan tekanan inflasi pada Agustus 2026 akan meningkat.

Hal tersebut tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Agustus 2026 yang diprakirakan mencapai 178,0, lebih tinggi dibandingkan IEH Juli 2026 sebesar 175,8.

Kenaikan ekspektasi harga tersebut didorong oleh meningkatnya harga bahan baku.

Adapun untuk November 2026, tekanan harga diperkirakan relatif stabil dengan IEH sebesar 167,5, hampir tidak berubah dibandingkan IEH Oktober 2026 yang berada pada level 167,6.

Bank Indonesia menilai, kondisi ini menunjukkan aktivitas konsumsi masyarakat masih cukup terjaga, sementara tekanan harga ke depan diperkirakan tetap berada dalam kondisi yang terkendali meski terdapat potensi peningkatan pada Agustus akibat kenaikan biaya bahan baku.

Berita Terkini

See More