Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)|analisa market|PT MNC Sekuritas

ANALIS MARKET (11/6/2026): IHSG Masih Berpeluang Menguat

Oleh: Ria

11 Juni 2026, 06:37
ANALIS MARKET (11/6/2026): IHSG Masih Berpeluang Menguat

foto: ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian MNC Sekuritas menyebutkan, IHSG melanjutkan penguatannya sebesar 2,71% ke level 5,902 dan didominasi oleh volume pembelian.

“Secara teknikal, Kami memperkirakan, posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave [iv] dari wave 3, sehingga IHSG masih berpeluang menguat untuk menguji area 6,065-6,256 sekaligus MA20-nya. Diperkirakan Support: 5,594, 5,344 dan Resistance: 5,941, 6,065,” sebut analis MNC Sekuritas dalam riset Kamis (11/6).

Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan pelaku pasar diperdagangan hari ini, yaitu: AMMN, BIPI, MINA, dan WIFI.

Berikut ini rekomendasi trading sahamnya:

AMMN - Buy on Weakness

AMMN terkoreksi 2,93% ke 3,310 dan disertai dengan munculnya tekanan jual, pergerakannya pun belum mampu menembus MA20. Kami memperkirakan, posisi AMMN sedang berada pada bagian dari wave (iv) dari wave [v]. Buy on Weakness: 3,130-3,280 Target Price: 3,780, 4,100 Stoploss: below 3,010

BIPI - Buy on Weakness

BIPI menguat 0,68% ke 147 dan disertai dengan adanya peningkatan volume pembelian. Kami memperkirakan, posisi BIPI saat ini sedang berada pada bagian dari wave 4 dari wave (C). Buy on Weakness: 135-142 Target Price: 176, 193 Stoploss: below 132

MINA - Buy on Weakness

MINA bergerak flat ke 290 dan masih didominasi oleh volume pembelian, pergerakannya masih tertahan oleh cluster MA20 dan MA60. Kami memperkirakan, posisi MINA saat ini sedang berada pada bagian awal dari wave [iii] dari wave C. Buy on Weakness: 276-286 Target Price: 328, 362 Stoploss: below 264

WIFI - Buy on Weakness

WIFI menguat 0,98% ke 1,545 namun disertai dengan munculnya tekanan jual. Kami emmerpkraiakn, posisi WIFI saat ini sedang membentuk bagian dari wave 4 dari wave (C). Buy on Weakness: 1,465-1,540 Target Price: 1,735, 1,880 Stoploss: below 1,425

Disclaimer On

Berita Terkini

See More