biodiesel B35|Prabowo Subianto|kementerian ESDM|bahan bakar b50

Tunggu Diresmikan Prabowo, Mandatori Biodiesel B50 Siap Meluncur Awal Juli 2026

Oleh: Ronal

01 Juli 2026, 07:55
Tunggu Diresmikan Prabowo, Mandatori Biodiesel B50 Siap Meluncur Awal Juli 2026

Foto : istimewa

Pasardana.id – Pemberlakuan mandatori bahan bakar biodiesel B50 (campuran 50% bahan bakar nabati kelapa sawit dan 50% solar) dapat dipastikan sudah siap diluncurkan awal Juli 2026 ini.

Pemerintah, lewat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan kesiapan seluruh sistem infrastruktur dari hulu ke hilir buat program bahan bakar tersebut.

Dwi Anggia, Juru Bicara Kementerian ESDM mengatakan, mandatori B50 akan berlaku setelah seremoni yang dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

"B50 itu peresmiannya rencananya awal Juli, tapi kayaknya enggak tanggal 1 nanti, ini menunggu jadwal Presiden, untuk langsung diimplementasikan serentak di seluruh SPBU," ujarnya di kantor Kementerian ESDM, dikutip pada Rabu (1/7).

Anggia menuturkan, implementasi B50 harus melalui masa transisi selama 3 bulan.

Hal tersebut dilakukan untuk menghabiskan sisa pasokan B40 yang ada di SPBU.

"Setelah itu ada tahap harmonisasi 3 bulan, penyesuaian waktu 3 bulan untuk menghabiskan stok-stok B40 yang lama sekaligus untuk memastikan distribusinya ke daerah," tuturnya.

Dia juga menjamin seluruh infrastruktur baik dari sisi pemasok bahan bakar nabati dari minyak kelapa sawit (CPO), fasilitas pencampuran, dan SPBU sudah aman.

"Sudah disiapkan dari hulu ke hilir, termasuk dari BBN-nya, kemudian untuk blending-nya, semua sudah siap. Termasuk untuk distribusinya juga sudah siap, sehingga kebijakan serentak di Juli, bisa langsung diimplementasikan sesuai dengan arahan presiden," ungkapnya.

Disampaikan Anggia, bahwa pemerintah masih fokus implementasi B50 sehingga belum ada hilal untuk mandatori campuran etanol dengan bensin ini, yang rencananya berlaku pada semester II 2026.

"E5 nanti masih menyiapkan segala sesuatunya, termasuk untuk etanolnya dan lain-lain, itu disiapkan karena Pak Menteri tidak mau nanti etanolnya impor lagi. Jadi nanti produksi semuanya di dalam negeri," tandas Anggia.

Berita Terkini

See More