Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)|analisa market|BNI Sekuritas

ANALIS MARKET (11/6/2026): IHSG Berpotensi Menguji Level Psikologis di 6000

Oleh: Ria

11 Juni 2026, 07:32
ANALIS MARKET (11/6/2026): IHSG Berpotensi Menguji Level Psikologis di 6000

foto: ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, IHSG kemarin (10/6) ditutup naik 2.71% di level 5,902.38 tapi masih disertai dengan net sell asing sebesar Rp3.13 Tr. Saham yang paling banyak di net sell asing adalah BBRI, TPIA, BBNI, ANTM, dan BUMI.

Sementara itu, Indeks-indeks saham Wall Street melemah pada perdagangan Rabu (10/6). Indeks Dow Jones Industrial Average turun lebih dari 900 poin setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan melancarkan serangan lebih lanjut terhadap Iran. Ancaman menimbulkan kekhawatiran investor terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah. Dow Jones ditutup melemah 1,87%, S&P 500 turun 1,62%, dan Nasdaq Composite berkurang 1,98%. Tekanan meningkat setelah Trump menyatakan, proses negosiasi dengan Iran berlangsung terlalu lama. Ia menegaskan AS akan menyerang Iran dengan sangat keras jika tidak tercapai kesepakatan. "Iran terlalu lama bernegosiasi untuk sebuah kesepakatan yang sebenarnya akan sangat menguntungkan mereka. Kini mereka harus membayar harganya," tulis Trump melalui media sosial. Dari sisi ekonomi, data inflasi inti AS pada Mei-26, indeks harga konsumen (CPI) inti yang tidak memasukkan komponen makanan dan energi naik 0,2% MoM, lebih rendah dibandingkan konsensus sebesar 0,3%. YoY, inflasi inti tercatat 2,9%, sesuai ekspektasi pasar, namun masih berada di atas target inflasi The Fed sebesar 2%.

Di sisi lain, Bursa saham Asia mayoritas turun pada perdagangan Rabu (10/6), seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah AS melancarkan serangan baru terhadap Iran. Pada saat yang sama, harga minyak dunia kembali menguat sehingga menyebabkan kekhawatiran pasar terhadap tekanan inflasi global dan prospek suku bunga yang lebih tinggi dalam jangka waktu lebih lama. Indeks Nikkei Jepang melemah 1,9%, dan Topix turun 1,2%. Sementara di Korea Selatan, indeks Kospi merosot 4,5%, dan Kosdaq turun 1,7%. Selain itu, Hang Seng Hongh Kong melemah 0,6%, Taiex Taiwan turun 3,3%, sedangkan ASX 200 Australia naik 0,6%. Di sisi lain, pasar menantikan rilis data inflasi AS yang akan diumumkan pada Rabu waktu setempat. Berdasarkan ekspektasi, inflasi tahunan AS pada Mei diperkirakan naik menjadi 4,2%.

Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, dalam riset Kamis (11/6), Karina Rusfidyawati selaku Retail Research Analyst BNI Sekuritas menyebutkan, “IHSG hari ini berpotensi menguji level psikologis di level 6000. Diperkirakan Support IHSG: 5750-5840 dan Resist IHSG: 6000-6050.”

Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: BBCA, BULL, TLKM, MBMA, BREN, dan INET.

Berikut ini rekomendasi tradingnya:

BBCA Spec Buy dengan area beli di 5600-5650, cutloss di bawah 5525. Target dekat di 5725-5850.

BULL Spec Buy dengan area beli di 344-348, cutloss di bawah 338. Target dekat di 354-366.

TLKM Spec Buy dengan area beli di 2780-2810, cutloss di bawah 2750. Target dekat di 2850-2920.

MBMA Spec Buy dengan area beli di 468-472, cutloss di bawah 462. Target dekat di 478-492.

BREN Spec Buy dengan area beli di 4200-4220, cutloss di bawah 4120. Target dekat di 4280-4370.

INET Spec Buy dengan area beli di 194-196, cutloss di bawah 192. Target dekat di 198-206.

Disclaimer on

Berita Terkini

See More