See More

22 Mei 2026, 20:32

22 Mei 2026, 20:21

22 Mei 2026, 19:26

22 Mei 2026, 17:28

22 Mei 2026, 16:56

22 Mei 2026, 16:42
analisa market|BNI Sekuritas
Oleh: Ria

Foto: Ilustrasi (ist)
Pasardana.id - Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, IHSG kemarin (05/5), ditutup naik 1.22%, tapi masih disertai dengan net sell asing sebesar Rp318 Bn. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BMRI, BBCA, ANTM, INCO dan AADI.
Sementara itu, Indeks-indeks saham Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Selasa (5/5). Penguatan didorong oleh penurunan harga minyak serta kinerja laba emiten yang solid. Indeks S&P 500 naik 0,81%, Nasdaq Composite melesat 1,03% dan Dow Jones Industrial Average menguat 0,73%. Harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate turun 3,9% (US$ 102,27/bbl), dan Brent crude melemah 3,99% (US$ 109,87/bbl). Di sisi geopolitik, gencatan senjata antara AS dan Iran masih berlangsung. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan bahwa gencatan senjata ‘masih bertahan’, seraya menambahkan bahwa kapal komersial AS telah berhasil melintasi Selat Hormuz dengan aman. Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump juga menegaskan pemerintah akan membantu mengawal kapal-kapal yang sempat terjebak di jalur strategis tersebut. Di sisi emiten, saham DuPont de Nemours melonjak sekitar 8% setelah membukukan laba dan pendapatan Q1 melampaui ekspektasi. Selain itu, saham Anheuser-Busch InBev melesat lebih dari 8% karena hasil kinerja yang kuat. Sedangkan, saham Palantir Technologies turun hampir 7%.
Di sisi lain, Pasar saham Asia melemah pada perdagangan Selasa (5/5). Sementara harga minyak dunia tetap tinggi di atas US$100/bbl, seiring memudarnya prospek gencatan senjata antara AS dan Iran. Ketegangan meningkat setelah kedua negara kembali melancarkan serangan di wilayah Teluk, khususnya di Selat Hormuz yang dapat menimbulkan kekhawatiran gangguan pasokan minyak dunia. Indeks Hang Seng melemah 0,76%, dan ASX 200 Australia turun 0,19%. Sedangkan, Taiex Taiwan naik 0,16%. Sementara itu, FTSE Straits Times turun 0,08% dan FTSE Malay KLCI naik 0,44%. Di sisi lain, investor juga memperhatikan yen setelah mata uang Jepang sempat melonjak pada sesi sebelumnya, menimbulkan spekulasi tentang putaran intervensi lain dari Tokyo.
Menyikapi beragam kondisi tersebut di atas, dalam riset Rabu (06/5), Fanny Suherman, CFP selalu Head of Retail Research BNI Sekuritas menyebutkan, "IHSG berpotensi akan mencoba tes break resistance di 7100-7120. Hati2 jika gagal break, masih berpotensi koreksi kembali mengingat Rupiah sudah mendekati Rp 17500. Diperkirakan Support IHSG: 6950-7000 dan Resist IHSG: 7100-7120."
Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini: BUMI, AKRA, AYAM, ARCI, MDKA, dan BRPT.
Berikut ini rekomendasi trading sahamnya:
BUMI Spec Buy dengan area beli di 226-230, cutloss di bawah 224. Target dekat di 234-240.
AKRA Buy on Weakness dengan area beli di 1480-1520, cutloss di bawah 1480. Target dekat di 1540-1570.
AYAM Buy if Break 342, dengan target dekat di 348-352. Cut di bawah 330.
ARCI Spec Buy dengan area beli di 1480-1500, cutloss di bawah 1470. Target dekat di 1520-1580.
MDKA Spec Buy dengan area beli di 3040-3100, cutloss di bawah 3020. Target dekat di 3150-3200.
BRPT Spec Buy dengan area beli di 2260-2300, cutloss di bawah 2220. Target dekat di 2400-2480.
Disclaimer on