ANALIS MARKET (10/6/2026): IHSG Diperkirakan Masih Cenderung Berfluktuatif
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (09/6), IHSG ditutup menguat +404,51 poin (+7,57%) ke level 5.746,65.
Kenaikan tajam IHSG kemarin dipicu oleh tiga faktor utama, yaitu dukungan pemerintah, meredanya konflik global, dan harga saham yang sudah murah.
Dari dalam negeri, pasar menyambut baik rencana pemerintah dan bankbank BUMN untuk membeli kembali (buyback) saham mereka demi menstabilkan pasar.
Sentimen positif ini makin kuat setelah ketegangan antara Israel dan Iran mereda, yang berhasil menurunkan harga minyak dunia dan membuat investor global kembali berani berinvestasi di pasar Asia.
Momentum ini pun dimanfaatkan oleh para investor untuk langsung memborong saham-saham unggulan (blue chip) yang harganya sudah turun drastis dan menjadi sangat murah dari hari-hari sebelumnya.
Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup variatif, tercermin dari DJIA (+0,17%), S&P 500 (-0,26%), & Nasdaq (-0,97%).
Pergerakan bursa saham AS saat ini sedang mengalami tarik-menarik antara kabar baik dari sektor teknologi dan kekhawatiran pasar.
Di satu sisi, bursa saham mendapat dorongan positif dari keuntungan perusahaan yang kuat serta optimisme jangka panjang terhadap perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Namun di sisi lain, pasar saham sering naik-turun secara drastis karena investor khawatir harga saham cip semikonduktor sudah terlalu mahal (overheated).
Selain itu, fluktuasi harga minyak akibat konflik di Timur Tengah serta ketidakpastian data inflasi membuat bank sentral AS (The Fed) diprediksi akan mempertahankan suku bunga tinggi dalam waktu yang lebih lama.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, IHSG hari ini diperkirakan masih cenderung berfluktuatif dengan ruang melanjutkan rebound yang sudah terjadi pada perdagangan kemarin,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Rabu (10/6).




