ANALIS MARKET (22/5/2026): IHSG Cenderung Konsolidasi
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (21/5), IHSG ditutup melemah -223,56 poin (- 3,54%) ke level 6.094,94.
IHSG terus tertekan dengan mencatatkan pelemahan selama delapan hari beruntun hingga akumulasinya mencapai -16,11%, akibat minimnya katalis positif domestik dan sisa tekanan pada nilai tukar rupiah.
Kondisi ini kian diperberat oleh respons negatif dari lembaga pemeringkat internasional, S&P Global Ratings dan Moody’s Ratings, terhadap rencana pemerintah Indonesia yang ingin menyentralisasikan pengendalian ekspor komoditas.
Kedua lembaga tersebut memperingatkan bahwa kebijakan ekspor terpusat ini berisiko merugikan kinerja ekspor, menekan pendapatan dan neraca pembayaran negara, serta memicu distorsi pasar yang berdampak negatif bagi sektor pertambangan.
Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup menguat, seperti DJIA (+0,55%), S&P 500 (+0,17%), & Nasdaq (+0,09%).
Penguatan tersebut didorong oleh pulihnya harapan pasar akan potensi kesepakatan damai antara AS dan Iran untuk mengakhiri konflik, yang secara langsung menekan harga minyak mentah turun selama tiga hari berturut-turut.
Penurunan harga komoditas energi ini menjadi katalis positif yang menopang sentimen pasar secara lebih luas, sehingga mampu mengompensasi kecemasan investor terhadap rilis laporan keuangan NVIDIA yang kurang mengesankan serta anjloknya saham Walmart akibat kekhawatiran tingginya biaya bahan bakar.
“IHSG hari ini diperkirakan masih akan bergerak volatil dengan kecenderungan konsolidasi atau mencoba rebound teknikal secara terbatas (technical rebound),” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Jumat (22/5).





