See More

22 Mei 2026, 17:28

22 Mei 2026, 16:56

22 Mei 2026, 16:42

22 Mei 2026, 16:36

22 Mei 2026, 16:00

22 Mei 2026, 15:42
FAC Sekuritas|analisa market|BEI, IHSG
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (11/5), IHSG ditutup melemah -63,77 poin (-0,92%) ke level 6.905,62.
Pelemahan tersebut didorong kekhawatiran pelaku pasar terhadap saham yang belum memenuhi standar free float dan nilai tukar rupiah yang terus terdepresiasi.
Kemudian, Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, pada hari ini, Senin (11/5), mengatakan bahwa pemerintah akan menunda kenaikan royalti, sembari menambahkan bahwa formula yang digunakan untuk menghitung royalti akan diubah.
Dari eksternal, Trump menolak tanggapan Iran terhadap proposal perdamaiannya, karena Iran menolak untuk membongkar infrastruktur nuklirnya.
Di saat yang sama, The Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga tidak berubah tahun ini.
Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup menguat, seperti DJIA (+0,19%), S&P 500 (+0,19%), & Nasdaq (+0,10%).
Penguatan tersebut didorong oleh optimisme sektor AI yang memicu reli kuat pada produsen chip seperti Nvidia, Tesla, Qualcomm, AMD, dan khususnya Micron Technology yang melonjak 6,5% akibat gangguan pasokan di Samsung.
Pasar tetap waspada terhadap kenaikan harga minyak setelah Presiden Donald Trump menolak respons Iran terkait proposal gencatan senjata, sembari kini mengalihkan fokus pada rencana pertemuan puncak antara Presiden Trump dan Presiden China Xi Jinping yang dijadwalkan akhir pekan ini.
“IHSG hari ini diperkirakan masih akan bergerak variatif dengan kecenderungan melemah terbatas. Dimana hari ini, MSCI akan mengumumkan hasil peninjauan indeks globalnya. Pasar mengkhawatirkan potensi keluarnya beberapa saham berkapitalisasi besar (seperti BREN dan DSSA) karena kebijakan baru terkait konsentrasi kepemilikan saham (High Shareholder Concentration),” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Selasa (12/5).