ANALIS MARKET (16/4/2026): IHSG Diperkirakan Cenderung Tertekan

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (15/4), IHSG ditutup melemah -52,36 poin (-0,68%) ke level 7.623,59.

Pelemahan IHSG mengalami take profit pasca menguat signifikan selama 5 hari berturut-turut sebesar +9,74%.

Sejalan dengan pelemahan tersebut, nilai tukar rupiah juga terdepresiasi ke level Rp 17.141 (JISDOR).

Dari eksternal, AS dan Iran dilaporkan sedang mempersiapkan putaran kedua untuk pembicaraan damai sebelum gencatan senjata selama dua minggu berakhir. Disaat yang sama, harga minyak global tercatat turun tajam, sehingga meredakan kekhawatiran tentang inflasi AS dan potensi kenaikan suku bunga The Fed.

Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup variatif, seperti DJIA (- 0,15%), S&P 500 (+0,80%), & Nasdaq (+1,60%).

Optimisme investor meningkat menyusul potensi deeskalasi konflik di Iran setelah Presiden Trump menyatakan hampir berakhirnya perang bersama Israel, yang diperkuat dengan upaya panglima angkatan darat Pakistan di Teheran untuk memperpanjang gencatan senjata hingga hari Selasa.

Di sektor keuangan, Bank of America mencatat kenaikan saham sebesar +1,82% berkat pertumbuhan laba kuartal pertama (Q1), kemudian Morgan Stanley naik +4,52% setelah meraih rekor pendapatan.

Disaat yang sama, sektor teknologi dan AI terus memimpin penguatan pasar melalui kenaikan saham Broadcom sebesar +3,89% dan Meta naik +1,37%, yang dipicu oleh kesepakatan penggunaan teknologi Broadcom untuk pengerahan 1 gigawatt cip AI kustom milik Meta.

“Menyikapi beragam kondisi tersebut, pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini diperkirakan cenderung tertekan. Investor hari ini akan mencermati rilis data Statistik Utang Luar Negeri Indonesia (Feb-26),” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Kamis (16/4).