ANALIS MARKET (05/3/2026): IHSG Berpotensi Teknikal Rebound

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (04/03), IHSG ditutup melemah -362,70 poin (-4,57%) ke level 7.577,06.

Pelemahan IHSG disebabkan melemahnya saham-saham berkapitalisasi besar, seperti TLKM (-7,25%), AMMN (- 10,62%), BRMS (-13,27%), BBCA (-2,83%), DCII (-6,49%), & DSSA (- 4,65%).

IHSG telah mengalami pelemahan 3 hari secara beruntun dengan total sebesar -8,18% didorong perkembangan konflik AS-Israel vs Iran yang masih berlanjut dan memanas, sehingga semakin menimbulkan ketidakpastian di market.

Disaat yang sama, Lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings yang berpusat di Hong Kong merevisi prospek (outlook) peringkat utang Indonesia dari stabil menjadi negatif.

Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup menguat, seperti DJIA (+0,49%), S&P 500 (+0,78%), & Nasdaq (+1,29%).

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengisyaratkan langkah-langkah mendatang untuk menjamin kelancaran pasokan minyak dari Teluk Persia, yang membantu harga minyak WTI turun untuk pertama kalinya sejak konflik dimulai.

Meskipun Bessent mengonfirmasi bahwa tarif 15% terhadap impor global mulai berlaku minggu ini, sentimen pasar justru membaik karena data ADP menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja swasta yang lebih kuat dari perkiraan, serta tekanan inflasi di sektor jasa yang melandai.

Sektor teknologi memimpin kenaikan, dengan saham Micron dan AMD masing-masing naik lebih dari +5,5%, sedangkan Amazon melonjak +3,9%.

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan memiliki ruang adanya teknikal rebound pasca koreksi yang cukup signifkan dalam beberapa hari terakhir. Investor terus mencermati perkembangan geopolitik Timur Tengah dan kondisi fiskal Indonesia,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Kamis (05/3).