ANALIS MARKET (04/3/2026): IHSG Diperkirakan Kembali Melemah

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Samuel Sekuritas menyebutkan, Pasar AS ditutup melemah pada Selasa (03 Mar): Dow -0,83%, S&P 500 - 0,94%, dan Nasdaq -1,02%. Dow sempat anjlok hingga 1.200 poin akibat volatilitas terkait konflik Iran sebelum akhirnya ditutup turun sekitar 400 poin, meskipun pernyataan Presiden Donald Trump sedikit meredakan kekhawatiran. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik 0,62% ke 4,059%, sementara Indeks Dolar AS menguat 0,68% ke 99,05.

Pasar komoditas sebagian besar ditutup menguat pada Selasa (03 Mar): WTI naik 4,67% ke USD 74,56/barel, Brent naik 4,71% ke USD 81,40/barel, batu bara naik 7,23% ke USD 138,00/ton, CPO naik 0,94% ke MYR 4.186/ton, sementara emas turun 4,38% ke USD 5.089/ons.

Pasar Asia ditutup melemah pada Selasa (03 Mar): Hang Seng turun 1,12%, Nikkei turun 3,06%, dan Shanghai turun 1,43%. IHSG turun 0,96% ke 7.939,77, dengan asing mencatatkan net buy sebesar Rp3.448,0 miliar, terdiri dari net sell Rp1.172,0 miliar di pasar reguler dan net buy Rp4.620,0 miliar di pasar negosiasi. Net sell asing terbesar di pasar reguler tercatat pada ANTM (Rp279,9 miliar), BBRI (Rp181,8 miliar), dan AADI (Rp127,8 miliar), sementara net buy terbesar pada BMRI (Rp93,9 miliar), PTBA (Rp88,1 miliar), dan ENRG (Rp60,8 miliar). Saham penggerak utama kenaikan adalah ENRG, BRMS, dan MDKA, sedangkan penekan utama adalah BREN, BMRI, dan ASII.

Adapun diperdagangan Rabu (04/3) pagi ini, KOSPI (-5,92%) dan Nikkei (-2,60%) dibuka melemah.

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, IHSG diperkirakan melanjutkan pelemahan di tengah ketidakpastian pasar global dan regional,” sebut analis Samuel Sekuritas dalam riset Rabu (04/3).