ANALIS MARKET (02/3/2026): IHSG Diperkirakan Melemah
Pasardana.id – Riset harian Samuel Sekuritas menyebutkan, Pasar AS ditutup melemah pada Jumat (Feb 27): Dow -1.05%, S&P 500 - 0.43%, dan Nasdaq -0.92%. Wall Street turun setelah data terbaru Producer Price Index (PPI) tercatat jauh lebih tinggi dari perkiraan, sehingga menambah kekhawatiran terhadap inflasi yang persisten ke dalam daftar faktor yang memicu volatilitas pasar bulan ini. Imbal hasil US 10-year Treasury turun - 1.66% ke 3.938%, sementara US Dollar Index melemah -0.19% ke 97.61.
Pasar komoditas mayoritas ditutup menguat pada Jumat (Feb 27): WTI crude naik +2.78% ke USD 67.02/bbl, Brent crude meningkat +2.45% ke USD 72.48/bbl, batu bara turun -0.60% ke USD 116.90/ton, CPO naik +0.92% ke MYR 4,042/ton, dan emas menguat +1.81% ke USD 5,279/oz.
Pasar Asia ditutup menguat pada Jumat (Feb 27): Hang Seng naik +0.95%, Nikkei menguat +0.16%, dan Shanghai bertambah +0.39%. IHSG naik +0.00% ke 8,235.49, dengan net sell asing sebesar IDR 694.2 miliar, terdiri dari net sell IDR 801.7 miliar di pasar reguler dan net buy IDR 107.5 miliar di pasar negosiasi. Net sell asing terbesar di pasar reguler tercatat pada BBCA (IDR 580.3 miliar), INDF (IDR 511.0 miliar), dan BBNI (IDR 175.2 miliar), sementara net buy asing terbesar terjadi pada INCO (IDR 144.3 miliar), ANTM (IDR 82.0 miliar), dan FILM (IDR 66.6 miliar). Top leading movers adalah BREN, AMMN, dan BNBR, sedangkan top lagging movers adalah DSSA, BBCA, dan TLKM.
Adapun diperdagangan Senin (02/3) pagi ini, Nikkei dibuka melemah sebesar -2.52%.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, kami memperkirakan IHSG akan melemah di tengah ketidakpastian di pasar global dan regional,” sebut analis Samuel Sekuritas dalam riset Senin (02/3/2026).

