ANALIS MARKET (02/3/2026): IHSG Diperkirakan Cenderung Tertekan
Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan akhir pekan lalu (27/02), IHSG ditutup menguat tipis +0,22 poin (+0,00%) ke level 8.235,49.
IHSG berhasil bertahan di zona hijau, didorong oleh meredanya kekhawatiran investor terhadap prospek kondisi fiskal Indonesia.
Di sisi eksternal, pasar mengantisipasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga acuan hingga setidaknya bulan Juni, menjaga lingkungan keuangan global yang tetap ketat.
Di sisi lain, investor juga tengah memantau ketidakpastian terkait kebijakan tarif impor Amerika Serikat, setelah muncul indikasi dari pihak administrasi Trump bahwa tarif untuk sejumlah negara kemungkinan akan dinaikkan dari 10% menjadi 15%, yang bisa memengaruhi perdagangan global dan pasar keuangan secara keseluruhan.
Sementara itu, Wall Street akhir pekan lalu ditutup melemah, seperti DJIA (- 1,05%), S&P 500 (-0,43%), & Nasdaq (-0,92%).
Pelemahan pasar utama pada hari Jumat disebabkan oleh laporan inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan, ditambah penarikan kembali sektor teknologi yang menyeret sebagian besar indeks utama ke zona merah untuk bulan Februari.
Angka inflasi yang lebih panas dari yang diharapkan mengindikasikan bahwa perusahaan-perusahaan cenderung menyalurkan biaya tarif ke konsumen, yang pada akhirnya mempersulit kemungkinan pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve.
Sentimen pasar semakin tertekan oleh pengumuman PHK besar-besaran di perusahaan Block, serta kinerja yang mengecewakan dari CoreWeave yang anjlok hingga -18,6%.
Di tengah tekanan tersebut, saham Nvidia turun lagi sebesar -4,1%, menyusul meningkatnya keraguan mengenai keberlanjutan pengeluaran modal AI yang dilakukan oleh perusahaan teknologi besar.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung tertekan seiring meningkatnya ketegangan tensi geopolitik Timur Tengah, dimana AS-Israel menyerang Iran,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset, Senin (02/3/2026).

