ANALIS MARKET (13/3/2026): IHSG Diperkirakan Cenderung Tertekan

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (12/03), IHSG ditutup melemah -27,28 poin (-0,37%) ke level 7.362,12.

IHSG mengalami tekanan akibat kombinasi kurangnya kabar baik dari dalam negeri serta meningkatnya ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah.

Kondisi ini diperberat oleh sikap Bank Sentral AS (The Fed) yang diprediksi masih akan menahan suku bunga tinggi dalam waktu lama.

Sentimen negatif tersebut kian memuncak seiring melonjaknya harga minyak mentah dunia ke level US$98,1 per barel, yang dipicu oleh kekhawatiran pasar akan terganggunya pasokan global jika Selat Hormuz sebagai jalur distribusi vital bagi 20 juta barel minyak per hari sampai tertutup akibat konflik yang memanas.

Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup melemah, seperti DJIA (- 1,56%), S&P 500 (-1,52%), & Nasdaq (-1,78%).

Pelemahan tersebut akibat eskalasi konflik di Teluk Persia yang memicu lonjakan harga minyak Brent hingga melampaui US$100 per barel.

Kenaikan harga ini didorong oleh pernyataan keras pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, yang bersikeras menutup Selat Hormuz sebagai instrumen tekanan politik, sebuah langkah yang membuat pasar mengabaikan upaya pelepasan 400 juta barel cadangan minyak darurat oleh IEA.

Tekanan pasar semakin diperparah oleh anjloknya saham Morgan Stanley sebesar -4,1% setelah adanya kebijakan pembatasan penarikan dana pada produk kredit swastanya.

“Pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung tertekan seiring sikap investor yang masih cenderung wait & see. Salah satu fokus utama pasar saat ini adalah memantau perkembangan geopolitik di Timur Tengah yang sangat dinamis, di mana situasi yang fluktuatif dan sulit ditebak tersebut dapat memengaruhi sentimen pasar secara mendadak,” beber analis FAC Sekuritas dalam riset Jumat (13/3).