ANALIS MARKET (06/2/2026): IHSG Diperkirakan Cenderung Tertekan
Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (05/02), IHSG ditutup melemah -42,84 poin (-0,53%) ke level 8.103,88.
Pelemahan IHSG tidak lepas dari tertekannya saham-saham berkapitalisasi besar, seperti FILM (-14,85%), MORA (- 14,93%), DSSA (-2,65%), TLKM (-1,20%), & GOTO (-3,23%).
Kemudian, Moody’s Ratings men–downgrade outlook Indonesia dari ‘stable’ menjadi ‘negative’, meski mempertahankan peringkat kredit Baa2.
Perubahan outlook tersebut didasarkan pada berkurangnya predictability dalam kebijakan pemerintah, yang berpotensi menghambat efektivitas kebijakan serta mengindikasikan tata kelola yang lemah.
Dari sisi ekonomi, BPS mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 4Q25 mencapai +5,39% YoY (vs. 3Q25: +5,04% YoY), melampaui ekspektasi konsensus di level +5,1% YoY sekaligus menandai pertumbuhan secara tahunan yang tertinggi sejak 3Q22.
Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup melemah, seperti DJIA (- 1,20%), S&P 500 (-1,23%), & Nasdaq (-1,59%).
Pelemahan tersebut seiring para investor menyesuaikan eksposur terhadap posisi saham besar yang sudah terlalu banyak dibeli.
Kinerja Alphabet yang melemah 0,6% turut menekan sentimen pasar setelah perusahaan mengungkapkan lonjakan tajam dalam pengeluaran modal terkait kecerdasan buatan (AI), dengan proyeksi belanja modal (capex) tahun 2026 berada di bagian atas rentang $175 miliar hingga $185 miliar, sehingga memunculkan keraguan tentang seberapa cepat investasi besar di bidang AI akan berdampak pada laba.
Di saat yang sama, saham-saham semikonduktor mengalami tekanan kuat, didorong anjloknya Qualcomm sebesar -8,4% karena outlook yang pesimistis akibat permintaan memori yang melambat dan beban stok yang meningkat, yang memperdalam kerugian di seluruh kompleks chip.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung tertekan sembari mencermati berbagai katalis regional. Investor hari ini akan mencermati rilis data Statistik Cadangan Devisa Indonesia (Jan-26),” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Jumat (06/2).

