Bapanas|beras premium|beras fortifikasi|pasar tradisional

Bapanas Pastikan Stok Beras Premium-Medium di Pasar Tradisional Tetap Tersedia

Oleh: Ronal

05 Oktober 2026, 09:30
Bapanas Pastikan Stok Beras Premium-Medium di Pasar Tradisional Tetap Tersedia

Foto : istimewa

Pasardana.id - Pemerintah lewat Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah melakukan penarikan produk beras fortifikasi bermasalah.

Meski begitu, ketersediaan beras premium tetap terjaga di pasar tradisional.

Begitu juga dengan harga yang masih dalam batas kewajaran.

"Kalau terkait beras premium, itu stoknya ada di pasar tradisional. Jadi beras premium dan medium di pasar tradisional itu banyak," kata Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, Hermawan di Jakarta, Minggu (4/10).

Ia menyoroti soal keterbatasan stok beras premium di sejumlah ritel modern yang terjadi setelah pengungkapan 25 merek beras dengan klaim fortifikasi bermasalah.

Menurut Hermawan, kondisi tersebut berpotensi dimanfaatkan oknum tertentu untuk menaikkan harga beras premium dengan memanfaatkan situasi setelah produsen menghentikan peredaran produk bermasalah.

Ia menjelaskan, penarikan beras fortifikasi bermasalah berdampak terhadap pasokan di ritel modern, karena sejumlah produsen sebelumnya memasok produk tersebut, namun kini tidak diperbolehkan kembali memproduksi.

Meski demikian, dirinya memastikan stok beras premium dan medium di pasar tradisional tetap tersedia, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap pemenuhan kebutuhan beras.

Berdasarkan pemantauan Bapanas bersama Satgas Pangan Polri di Pasar Induk Beras Cipinang Jakarta, harga beras premium tingkat distributor tercatat sekitar Rp14.200 per kilogram.

Harga tersebut masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) beras premium Zona I (Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, NTB, Sulawesi) sebesar Rp14.900 per kilogram, sehingga kondisi perdagangan beras premium dinilai masih terkendali.

Hermawan menyebut persoalan pasokan lebih terlihat pada ritel modern, karena adanya potongan penjualan yang membuat margin produsen menjadi lebih terbatas dibandingkan pasar tradisional.

Hasil pengawasan terhadap 25 merek beras fortifikasi bermasalah juga membuat 11 produsen melakukan penarikan stok dari ritel modern sambil menunggu evaluasi Satgas Pangan Polri.

Berita Terkini

See More