TPIA Rampungkan Transaksi Strategis Proyek Kimia, Gandeng Danantara dan INA
Oleh: Tri

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – PT Chandra Asri Pacific Tbk (IDX: TPIA) melalui anak usahanya, PT Chandra Asri Alkali (CAA), bersama Danantara Investment Management (DIM) dan Indonesia Investment Authority (INA) telah menyelesaikan transaksi investasi strategis untuk pengembangan proyek Chlor Alkali–Ethylene Dichloride (CA-EDC).
Berdasarkan laporan informasi atau fakta material yang disampaikan TPIA dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (15/10), proyek tersebut akan memiliki kapasitas produksi sekitar 400 kiloton per tahun (KTA) soda kaustik dan 500 KTA ethylene dichloride (EDC).
Kedua produk tersebut merupakan bahan kimia penting bagi berbagai sektor industri, termasuk industri hilir di Indonesia.
Penyelesaian transaksi ini diharapkan memperkuat kapasitas industri kimia nasional, meningkatkan ketahanan pasokan bahan baku domestik, serta mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Proyek tersebut juga sejalan dengan agenda hilirisasi industri nasional.
Selain itu, proyek CA-EDC diperkirakan menciptakan sekitar 3.000 lapangan kerja selama masa konstruksi dan sekitar 250 posisi operasional permanen setelah proyek mulai beroperasi.
Dengan rampungnya transaksi, DIM dan INA akan menjadi pemegang saham di PT CAA.
TPIA menilai kemitraan tersebut berpotensi memperkuat daya saing di industri kimia nasional, mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang, serta meningkatkan pendapatan dan kinerja keuangan perseroan.
Kemitraan strategis ini juga diharapkan membuka peluang pertumbuhan bisnis di industri hilir, termasuk sektor bauksit dan alumina, sekaligus memperkuat sinergi investasi dan keahlian industri dalam pengembangan proyek CA-EDC.
"Transaksi tersebut tidak memiliki dampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan," tulis Erri Dewi Riani selaku General Manager of Legal & Corporate Secretary PT Chandra Asri Pacific Tbk.




