IHSG Anjlok di Bawah 6.000, BEI Buka Suara soal Wacana MSCI
Oleh: Harry

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada dalam tekanan sepanjang lima hari perdagangan terakhir.
Mayoritas perdagangan ditutup melemah, bahkan menyeret indeks ke bawah level 6.000, di tengah derasnya sentimen yang memengaruhi psikologi investor.
Salah satu sentimen yang paling menyita perhatian pasar adalah pengumuman MSCI pada 15 Oktober 2026 terkait konsultasi rencana perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
Wacana tersebut menjadi sorotan karena berpotensi memengaruhi persepsi investor global terhadap pasar saham Indonesia.
Merespons perkembangan tersebut, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat transparansi, integritas, dan kualitas pasar modal nasional bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“BEI bersama OJK telah melakukan berbagai langkah konkret untuk meningkatkan transparansi, integritas, dan kualitas pasar modal Indonesia,” demikian pernyataan resmi BEI, Jumat (16/10).
Selanjutnya, BEI menyebut berbagai upaya perbaikan tersebut telah memperoleh apresiasi dan respons positif dari investor global maupun lembaga penyedia indeks internasional.
Hal ini dinilai mencerminkan komitmen otoritas dan seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat kredibilitas serta daya saing pasar modal Indonesia.
Meski menghormati independensi MSCI dalam menentukan klasifikasi pasar berdasarkan metodologinya, BEI akan meminta klarifikasi lebih lanjut mengenai dasar pertimbangan dan penilaian di balik pengumuman tersebut.
BEI juga menegaskan bahwa pengumuman MSCI belum merupakan keputusan final.
Saat ini, proses tersebut masih dalam tahap konsultasi dengan batas penerimaan masukan hingga 30 April 2027.
Ke depan, BEI akan terus berkoordinasi dengan OJK dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan perdagangan efek berlangsung secara teratur, wajar, dan efisien, sekaligus menjaga kepercayaan investor domestik maupun global.




