Kaspersky-Telkom University Gelar HackNusa 2026, Solusi Antipinjol Ilegal Jadi Juara
Oleh: Corri

Foto : istimewa
Pasardana.id – Kaspersky bersama Telkom University sukses menggelar HackNusa 2026, kompetisi hackathon keamanan siber selama 12 jam yang diikuti 30 tim terpilih untuk mengembangkan solusi inovatif bagi tantangan keamanan siber dan kepercayaan digital di Indonesia.
Tim NexusOne+ yang beranggotakan Muhammad Aris Maulana, Nazla Azzahra Hermana, dan Ladya Kalascha keluar sebagai juara melalui proyek Qerity, platform verifikasi berbasis perangkat (on-device) dan kesadaran komunitas untuk melawan praktik pinjaman online (pinjol) ilegal.
Atas prestasinya, tim NexusOne+ memperoleh hadiah Rp13 juta serta akses kursus Kaspersky xTraining senilai hingga US$2.500 untuk meningkatkan kompetensi teknis dan keamanan siber.
Mengusung tema Securing Tomorrow: Innovating Trust, Delivering Impact, HackNusa 2026 merupakan bagian dari kolaborasi Kaspersky dan Telkom University untuk mendorong inovasi sekaligus menyiapkan talenta keamanan siber masa depan.
Selama kompetisi, peserta mendapat bimbingan dari pakar Kaspersky dan Fakultas Informatika Telkom University.
Penilaian dilakukan berdasarkan kreativitas, kelayakan teknis, aspek keamanan, skalabilitas, serta potensi implementasi solusi.
Kompetisi ini mencakup tiga kategori, yakni Pembayaran Digital dan Fintech yang Aman, AI vs AI: Cyber Defense, serta Human-Centric Security atau keamanan yang berpusat pada manusia.
Dalam siaran pers, Senin (12/10), Senior Manager Cyber Security Education untuk Asia Pasifik Kaspersky, Trishia Octaviano, mengatakan HackNusa menjadi wadah bagi talenta muda untuk memecahkan persoalan keamanan siber di dunia nyata melalui pendampingan mentor dan pakar industri.
Menurut dia, pengalaman tersebut penting untuk mempersiapkan generasi profesional keamanan siber yang mampu menggabungkan kreativitas, keterampilan teknis, dan inovasi dalam membangun ekosistem digital yang lebih aman.
Senada, Dekan Fakultas Informatika Telkom University, Assoc. Prof. Dr. Kemas Muslim Lhaksmana, menegaskan bahwa HackNusa tidak hanya berorientasi pada kemenangan, tetapi juga mendorong mahasiswa menghasilkan solusi teknologi yang bertanggung jawab dan tepercaya.
Country Manager Kaspersky Indonesia, Defi Nofitra, menambahkan bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi diperlukan untuk memperkuat keterampilan praktis dan menyiapkan talenta yang mampu menjawab tantangan keamanan siber.
Selain kompetisi utama, HackNusa 2026 juga menghadirkan Kompetisi KIPS yang berlangsung bersamaan dengan presentasi 10 finalis teratas.
Program ini memberi kesempatan kepada peserta di luar 10 besar untuk menunjukkan gagasan dan kemampuan mereka.
Melalui HackNusa 2026, Kaspersky dan Telkom University memperkuat kolaborasi industri dan akademisi dalam mengembangkan talenta serta solusi inovatif guna mendukung masa depan digital Indonesia yang lebih aman dan tepercaya.





