Indek Kospi Melambung 2,73 Persen
Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, melambung 135,26 poin, atau sekitar 2,73 persen, pada Selasa (27/1/2026), mencapai rekor 5.084,85. Angka indeks untuk kali pertama berakhir di atas 5.000.
Volume perdagangan mencapai 472 juta saham senilai 28 triliun won atau sekitar US$19,4 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 472 berbanding 410.
Indeks Kospi sempat melemah di awal sesi perdagangan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa ia akan meningkatkan tarif resiprokal dan tarif otomotif terhadap Korea Selatan menjadi 25 persen dari 15 persen, dengan alasan para legislator Korea Selatan berlum menuntaskan proses domestik implementasi kesepakatan dagang antara kedua negara.
Namun pernyataan Trump tersebut tidak menimbulkan sentimen negatif untuk waktu lama karena para investor menganggap isu tarif tidak akan menimbulkan koreksi jangka panjang.
Kantor Kepresidenan Korea Selatan menyatakan akan menyampaikan komitmen terhadap AS untuk mengimplementasikan kesepakatan dagang denga Negeri Paman Sam.
“Karena pengesahan parlemen hanya menunggu waktu, peningkatan tarif oleh Trump dianggap hanya berdampak terbatas terhadap pasar,” jelas Han Ji-Young, periset Kiwoom Securities, seperti dikutip Yonhap News.
Investor asing dan institusi masing-masing meraup saham senilai 850 miliar won dan 232 miliar won, sedangkan investor ritel melepas saham senilai 1 triliun won.
Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing melambung 4,87 persen dan 8,7 persen. Saham perusahaan utilitas KEPCO dan perusahaan gas Korea Gas masing-masing naik 0,17 persen dan 0,13 persen.
Saham perusahaan telekomunikasi ST Telecom meroket 12,3 persen dipicu positifnya perkiraan perolehan laba 2026. Saham KT melonjak 2,94 persen.
Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor dan Kia masing-masing melemah 0,81 persen dan 1,1 persen.
Nilai tukar won melemah terhadap dolar AS, turun 5,6 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.446,2 won per dolar AS.
Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen positif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang melonjak 1,23 persen.
Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia naik 81,5 poin, atau sekitar 0,92 persen, menjadi 8.941,6. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Thailand, Malaysia, dan Filipina menguat, sedangkan Bursa Vietnam dan Indonesia melemah.
Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, naik 7,3 poin, atau sekitar 0,18 persen, menjadi 4.139,9. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong melonjak 361,43 poin, atau sekitar 1,35 persen, menjadi 27.126,95.

